Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandung Siaga Darurat Sampah: Solusi Pengolahan Sampah Lokal Diperkuat?

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bandung bersiap menghadapi krisis sampah 2026 akibat pengurangan kuota TPA Sarimukti. Pemkot Bandung meluncurkan program 'Gaslah' dan memperkuat infrastruktur pengolahan sampah, menargetkan kemandirian pengelolaan dengan partisipasi aktif warga. Tantangan residu malam tahun baru menjadi cerminan urgensi masalah ini.

Bandung Siaga Darurat Sampah: Solusi Pengolahan Sampah Lokal Diperkuat?

Bandung Menghadapi Krisis Sampah: Strategi Pengolahan Lokal Diperkuat

Bandung, [Tanggal Publikasi] – Pemerintah Kota Bandung secara transparan mengungkapkan ancaman serius potensi penumpukan sampah menyusul kebijakan pengurangan kuota pengiriman ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sarimukti yang akan berlaku mulai 12 Januari 2026. Prediksi menyebutkan, sekitar 200 ton sampah per hari harus ditangani secara mandiri di dalam kota, menuntut solusi inovatif dan partisipasi aktif masyarakat.

Dalam sebuah pernyataan, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan urgensi situasi ini. “Kami tidak ingin menyembunyikan fakta. Risiko penumpukan sampah ini nyata dan perlu kita hadapi bersama sebagai satu kesatuan,” ujar Farhan pada Senin (5/1).

Program 'Gaslah' sebagai Garda Terdepan

Sebagai respons cepat, Pemerintah Kota Bandung meluncurkan program Gaslah, sebuah inisiatif yang akan menempatkan petugas pemilah dan pengolah sampah di setiap Rukun Warga (RW).

Peningkatan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia

Farhan juga menekankan peningkatan kapasitas dan sumber daya dalam pengelolaan sampah:

"Tumpukan sampah seperti yang terjadi beberapa bulan lalu mudah-mudahan tidak terulang. Namun, kuncinya adalah partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat," tegas Farhan.

Residu Sampah Malam Tahun Baru: Sebuah Cerminan Tantangan

Tantangan pengelolaan sampah di Kota Kembang juga terlihat dari volume residu pada malam pergantian tahun yang mencapai 95 meter kubik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung melakukan pembersihan intensif di titik-titik keramaian pusat kota sejak malam pergantian tahun.

Data Sub Wilayah Kota (SWK) menunjukkan:

Upaya pengangkutan intensif ini menggarisbawahi komitmen pemerintah untuk menjaga kebersihan kota di tengah keterbatasan kuota pembuangan ke TPA regional. Tantangan ke depan adalah bagaimana Bandung dapat bertransformasi menjadi kota yang mandiri dalam pengelolaan sampahnya, dengan dukungan penuh dari warganya.