Bandung: Jelajah Wayang Potehi di Pameran Seni Bertutur Visual
Bandung menggelar Pameran Seni Budaya Bertutur Visual di Cap Cip Cup Fest Tjap Sahabat, mengulas Wayang Potehi. Kolaborasi seniman Bandung, Tjap Sahabat, dan Sanggar Siauw Pek San ini mengungkap perjalanan dan makna Wayang Potehi dari abad ke-17, melalui karya seni, arsip, dan interpretasi modern.

Menguak Tirai Sejarah: Pesona Wayang Potehi di Jantung Bandung
Bandung kembali menjadi saksi bisu perpaduan seni dan sejarah melalui perhelatan Pameran Seni Budaya Bertutur Visual. Acara yang merupakan bagian dari Cap Cip Cup Fest Tjap Sahabat ini, sukses menarik perhatian masyarakat, khususnya para pencinta budaya dan seni, pada Kamis (15/1/2026).
Pameran ini bukan sekadar ajang unjuk karya, melainkan sebuah narasi visual mendalam yang mengulas Wayang Potehi, warisan budaya yang telah mengakar di tanah air sejak abad ke-17. Kolaborasi apik antara seniman-seniman Bandung, Tjap Sahabat, dan Sanggar Siauw Pek San ini menghasilkan sebuah eksplorasi komprehensif terhadap perjalanan dan makna filosofis dari seni patung pertunjukan yang khas ini.
Dari Arsip Hingga Interpretasi Kontemporer
Para pengunjung diajak menyelami dunia Wayang Potehi melalui beragam medium. Bukan hanya karya seni visual yang memukau, namun juga:
- Arsip langka yang mengungkap sejarah panjang dan evolusi Wayang Potehi.
- Interpretasi modern dari seniman-seniman kontemporer, memberikan sudut pandang segar terhadap tradisi kuno.
- Narasi multimedia yang menjelaskan teknik, estetika, dan peranan Wayang Potehi dalam masyarakat.
Eksibisi ini berhasil menjembatani masa lalu dengan masa kini, menunjukkan bagaimana Wayang Potehi tidak hanya relevan sebagai sebuah artefak sejarah, tetapi juga sebagai inspirasi bagi kreativitas modern. Pengunjung diberikan kesempatan untuk memahami dimensi budaya dan tradisi yang melekat kuat pada setiap gerak dan kostum wayang, serta bagaimana seni ini terus beradaptasi dan bertahan di tengah arus modernisasi.
"Wayang Potehi adalah cerminan akulturasi budaya yang kaya di Indonesia. Pameran ini berupaya membawa semangat itu kembali ke hadapan publik, khususnya generasi muda," ungkap salah satu kurator pameran. Ini menunjukkan komitmen untuk menjaga dan memperkenalkan kekayaan warisan tak benda bangsa.
Perhelatan di Tjap Sahabat ini bukan hanya sebatas tontonan, melainkan sebuah kesempatan edukatif yang mengajak audiens untuk merenungkan kembali makna identitas dan pluralisme yang terkandung dalam setiap detail Wayang Potehi. Pameran Seni Budaya Bertutur Visual menegaskan posisi Bandung sebagai kota yang tak henti-hentinya menjadi wadah bagi ekspresi seni dan pelestarian budaya.