Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandung 2026: Fokus Permukiman, Keamanan, Infrastruktur Pasca-Evaluasi 2025

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan · · Diperbarui 2 Maret 2026

Bandung 2026 fokus benahi permukiman, keamanan, & infrastruktur. Pembelajaran pasca-evaluasi 2025 jadi kunci percepatan pembangunan dan pariwisata.

Bandung 2026: Fokus Permukiman, Keamanan, Infrastruktur Pasca-Evaluasi 2025

Prioritas Pembangunan Kota Bandung 2026: Fokus pada Permukiman, Keamanan, dan Infrastruktur

Setelah mengevaluasi tahun 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengidentifikasi pentingnya pembenahan permukiman dan penguatan keamanan wilayah sebagai fokus utama kebijakan pada tahun 2026. Kedua sektor ini akan menjadi fondasi sekaligus melengkapi percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan sektor pariwisata.

Pembelajaran Penting dari Insiden Tahun 2025

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyoroti bahwa pengalaman di tahun 2025 memberikan gambaran jelas mengenai persoalan kewilayahan, keamanan, dan kesiapsiagaan bencana yang krusial untuk ditangani secara konsisten dan terukur. “Pembelajaran paling penting dari 2025 adalah penguatan wilayah,” ujar Farhan saat ditemui di Balai Kota Bandung, Rabu (31/12/2025).

Penguatan Permukiman dan Kewilayahan Melalui Program Prakarsa

Pemkot Bandung akan terus memfokuskan pembenahan permukiman melalui Program Prakarsa. Program ini dirancang untuk:

Menurut Farhan, Program Prakarsa akan melibatkan kerja sama erat dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), terutama dalam aspek pengamanan dan kebencanaan.

Peran Vital Forkopimcam dan Deteksi Dini

Farhan menekankan bahwa peran Forkopimcam sangat vital dalam membangun sistem deteksi dini dan penjagaan awal. Kemampuan untuk membaca potensi risiko sejak dini menjadi kunci untuk meminimalkan dampak saat terjadi bencana atau gangguan keamanan. Ia mengungkapkan bahwa berbagai insiden bencana sepanjang tahun 2025 dapat ditangani dengan baik berkat koordinasi lintas sektor yang solid di tingkat kecamatan hingga kota. “Deteksi dini dan penjagaan dini itu sangat penting. Alhamdulillah, setiap kali terjadi bencana di Kota Bandung sampai hari ini, semuanya bisa kita tangani dengan baik,” tambahnya.

Pembangunan Infrastruktur untuk Mendukung Pariwisata

Selain pembenahan wilayah, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian besar pada pembangunan infrastruktur. Farhan menyebutkan bahwa pemerintah kota telah memulai pembenahan terhadap 17 ruas jalan utama. Ruas-ruas jalan ini dipilih karena:

Pembenahan infrastruktur ini dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan arah kebijakan pengembangan pariwisata Kota Bandung. Pada tahun 2026, Bandung akan lebih serius menggarap sektor wisata, khususnya MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dan sport tourism. “Ruas-ruas jalan ini bukan hanya padat, tetapi juga menjadi jalur wisatawan. Karena itu, pembenahan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan MICE dan sport tourism,” jelas Farhan.

Sinergi Forkopimda: Kunci Keberhasilan Pembangunan

Farhan menilai keberhasilan pembangunan dan pengamanan kota tidak dapat dilepaskan dari kuatnya kerja sama antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Sinergi lintas institusi harus terus dijaga dan ditingkatkan untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Ia juga menyatakan bahwa kerja sama Forkopimda saat ini tidak hanya berhenti di tingkat kota, tetapi telah diperluas hingga level provinsi, demi koordinasi kebijakan dan penanganan persoalan strategis yang lebih efektif. “Kita belajar, kerja sama antar Forkopimda harus terus dijaga. Bahkan kalau perlu ditingkatkan sampai ke level provinsi, karena kita tidak bisa berjalan sendiri,” pungkasnya.

Melalui evaluasi tahun 2025 sebagai pijakan, Farhan optimistis Kota Bandung dapat melangkah lebih terarah pada tahun 2026. Konsistensi program, penguatan wilayah, serta kolaborasi lintas sektor akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kota Bandung ke depan.