Bandeng Indramayu Melantai di Pasar Modern: Kolaborasi IPB Dongkrak Ekonomi Pesisir
Indramayu kembangkan produk bandeng cabut duri berkuah gomyang kemasan pouch melalui kolaborasi dengan IPB University untuk dongkrak ekonomi UMKM pesisir.

Potensi Perairan Indramayu yang Tak Ternilai
Kabupaten Indramayu dikenal sebagai salah satu penghasil perikanan terbesar di Jawa Barat. Pada 2025, produksi perikanan tangkap mencapai 180.620,58 ton, sementara perikanan budidaya menyentuh angka 348.253,22 ton.
Angka tersebut menyumbang sekitar 33,99 persen dari total produksi perikanan Jawa Barat yang tercatat sebanyak 1.555.951,71 ton. Dengan potensi sebesar ini, pemerintah daerah kini mulai memikirkan strategi peningkatan nilai ekonomi beyond sekadar penjualan bahan mentah.
Baca Juga: Enam Titik Api Melalap Lahan di Kaki Gunung Guntur Garut, Kendaraan Pemadam Tidak Bisa Menjangkau
Program Hilirisasi Olahan Bandeng Cabut Duri
Pemerintah Kabupaten Indramayu mengambil langkah strategis dengan mengembangkan produk olahan ikan bandeng cabut duri berkuah gomyang dalam kemasan pouch. Program ini merupakan bagian dari upaya hilirisasi sektor perikanan agar komoditas andalan daerah tidak lagi bergantung pada pemasaran dalam bentuk segar saja.
"Potensi besar sektor perikanan di Indramayu tidak boleh berhenti pada produksi bahan mentah saja."
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (Diskanla) Kabupaten Indramayu Edi Umaedi menyatakan, pengembangan produk ini dirancang untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas jangkauan pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah pesisir.
Baca Juga: Kerugian Negara Rp237 Miliar dari 445 Debitur Fiktif BTN di Karawang, Tiga Tersangka Ditahan
Kolaborasi dengan IPB University
Program ini dijalankan melalui sinergi antara Diskanla dan Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Pertanian dan Bisnis IPB University. Kolaborasi ini bertujuan mendorong inovasi pengolahan, peningkatan standar mutu, pengemasan modern, serta strategi pemasaran yang lebih efektif.
Plt. Kepala Din permukiman DLH Edi Umaedi menjelaskan bahwa target utama program adalah meningkatkan pendapatan pembudidaya, pengolah, dan pelaku UMKM perikanan di Indramayu secara berkelanjutan.
Pelatihan dan Diseminasi Inovasi
Tim kegiatan dari IPB University yang dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. M. H sarwono, M.S. telah melakukan serangkaian pelatihan dan diseminasi inovasi kepada para pelaku UMKM. Dalam kegiatan tersebut, peserta dibimbing tentang berbagai aspek mulai dari penerapan good hygiene practices, teknik pemilihan bahan baku berkualitas, hingga formulasi kuah gomyang khas Indramayu.
Peserta juga mempraktikkan langsung beberapa teknik penting, antara lain:
- Teknik pencabutan duri bandeng yang higienis
- Pengemasan menggunakan aluminium foil pouch dengan sistem vakum
- Proses pemanasan dan pelabelan produk
- Tata cara penyimpanan yang benar
"Bandeng sebagai komoditas lokal perlu naik kelas menjadi produk siap saji khas daerah yang aman, menarik, praktis, dan memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi," tegas Professor dari IPB University.
Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Pesisir
Pengembangan produk olahan bandeng diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah pesisir utara. Para pelaku UMKM kini memiliki peluang untuk memperluas pasar hingga ke tingkat regional bahkan nasional.
Pemerintah daerah optimistis program ini akan mendorong lahirnya produk bernilai tambah tinggi khas Indramayu yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Prospek dan Langkah ke Depan
Dengan didukung potensi perikanan yang melimpah dan kolaborasi bersama institusi pendidikan ternama, Indramayu menunjukkan komitmen serius dalam mengembangkan ekonomi kelautan terpadu. Ke depan, berbagai inovasi produk perikanan olahan terus digalakkan sebagai upaya menjaga keberlanjutan sektor kelautan sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.