Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Bandara Husein Sastranegara Tutup Empat Jam Akibat Abu Vulkanik Krakatau, Penerbangan Dialihkan

Bandung · Oleh ·

Bandara Husein Sastranegara ditutup empat jam akibat abu vulkanik Krakatau. Pemkot Bandung koordinasi dengan BMKG, BPBD, AirNav, dan KCIC untuk mitigasi.

Bandara Husein Sastranegara Tutup Empat Jam Akibat Abu Vulkanik Krakatau, Penerbangan Dialihkan

Penerbangan di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, dihentikan sementara selama hampir empat jam pada Minggu 6 September. Penghentian operasional bandara itu menyusul masuknya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau ke wilayah Bandung.

Corporate Secretary Group Head PT Angkasa Pura Indonesia Arie Ahsanurrohim mengatakan aktivitas penerbangan berhenti sejak pukul 12.07 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Pihak bandara masih terus mengamati perkembangan sebelum membuka kembali operasional.

Risiko Kesehatan Mengintai Warga yang Terpapar

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut kelompok rentan menjadi perhatian utama dalam situasi seperti ini. Anak-anak yang berangkat sekolah menggunakan sepeda motor termasuk yang paling terdampak.

Baca Juga: Warga RW 10 Dungus Cariang Bandung rayakan kemerdekaan dengan tema baru pemimpin muda

"Abu vulkanik bisa mengganggu pandangan dan kesehatan pernapasan. Khususnya yang bersekolah yang juga pakai kendaraan bermotor, khususnya sepeda motor. Itu berbahaya sebenarnya," katanya.

Farhan mengingatkan agar warga segera mengungsi ke tempat aman dan menggunakan masker apabila abu vulkanik sudah memasuki wilayah permukiman.

Koordinasi Lintas Instansi Disiapkan

Pemkot Bandung tengah menyusun langkah mitigasi dengan melibatkan sejumlah instansi. Farhan menjelaskan koordinasi akan dilakukan dengan BMKG untuk pemantauan sebaran abu, BPBD untuk kesiapsiagaan darurat, AirNav untuk koordinasi penerbangan, dan KCIC untuk dampak terhadap operasional kereta cepat.

Baca Juga: Siswa Bandung Pakai Masker ke Sekolah, Penumpang Gagal Terbang Menuju Stasiun Kereta Api

"Kami akan koordinasi yang pertama pastinya dengan BMKG, kedua dengan BPBD, ketiga dengan AirNav, dan keempat dengan KCIC," lanjut Farhan.

Informasi kepada warga juga akan disebarkan secara cepat agar langkah pencegahan bisa langsung diambil di lapangan.

Langkah Preventif Sudah Dilakukan

Sebelum koordinasi itu disusun, Pemkot Bandung sudah menyemprot lima ruas jalan utama untuk mencegah abu vulkanik mengudara kembali. Penyemprotan itu dilakukan sebagai langkah antisipasi agar abu yang mengendap tidak mudah terbawa angin.

DLH Kota Cirebon juga mempersiapkan tanah uruk dan tangki air untuk mengantisipasi titik panas di TPA Kopiluhur, menunjukkan bahwa persiapan menghadapi dampak vulkanik dilakukan merata di berbagai wilayah Jawa Barat.

Imbauan untuk Masyarakat

Pemkot Bandung masih menunggu masukan dari instansi terkait sebelum mengeluarkan imbauan lebih lanjut kepada masyarakat. Hingga artikel ini ditulis, warga diinstruksikan untuk terus memantau informasi resmi dari pemerintah kota terkait perkembangan situasi.

Selain menghadapi potensi dampak abu vulkanik, Bandung juga terus memperkuat kesiapsiagaan terhadap ancaman bencana lain seperti gempa bumi yang memang rawan terjadi di wilayah Jawa Barat.