Warga RW 10 Dungus Cariang Bandung rayakan kemerdekaan dengan tema baru pemimpin muda
Harry Kurniawan sebagai Ketua RW 10 baru di Dungus Cariang Bandung membuka peran generasi muda lewat Karang Taruna dalam perayaan kemerdekaan tahun ini

Kesibukan memasak mulai terasa di gang-gang kecil RW 10 Dungus Cariang sejak seminggu sebelum 17 Agustus. Ramesh, 52 tahun, menyebut persiapan perayaan tahun ini lebih ramai dari biasanya. "Tahun lalu acara cuma satu dua kegiatan. Sekarang dari pagi sudah rame, anak-anak sampai orang tua ikut," katanya.
Suasana itu tidak terlepas dari masuknya Harry Kurniawan sebagai Ketua RW 10 yang baru. Pria berlatar belakang hukum ini membawa pendekatan berbeda dalam mengorganisasi perayaan kemerdekaan. Alih-alih mengandalkan tokoh-tokoh tetap, ia membuka ruang lebih luas bagi anak muda untuk ambil bagian.
Anwar Jaelani, perwakilan Karang Taruna RW 10, menyebut tahun ini menjadi kali pertama pemuda benar-benar dilibatkan dari tahap perencanaan. "Dulu kami cuma diminta bantu-bantu pas hari H. Sekarang ikut ngurus dari awal, dari ideation sampai eksekusi," katanya.
Baca Juga: Siswa Bandung Pakai Masker ke Sekolah, Penumpang Gagal Terbang Menuju Stasiun Kereta Api
Keterlibatan itu terasa dalam detail-detail kecil. Panggung yang biasanya sederhana kini mendapat sentuhan lebih tertata. Pertunjukan Duo GEBER Turbo yang tampil mengisi sesi hiburan menjadi ide dari kelompok muda yang selama ini jarang terdengar suaranya di forum-forum RT.
Tren serupa sebenarnya sudah mulai terlihat di beberapa RW di Kota Bandung, di mana generasi Z mulai masuk ke struktur organisasi kemasyarakatan. Namun di tingkat RW 10, pergeseran ini terasa lebih terasa karena minimnya regenerasi di periode sebelumnya.
官 "Kalau dulu rapat-rapat itu-itu saja orangnya, sekarang ada suara-suara baru. Ini yang membuat acara jadi lebih variatif," kata Anwar.
Baca Juga: Penumpang KA dari Bandung Capai 5.181 Orang hingga Siang, Naik 12 Persen dari Senin Sebelumnya
除了 kesibukan di hari-H, yang tidak kalah terasa adalah kehadiran pejabat pemerintah kewilayahan. Sekretaris Kecamatan Andir Nurma Safarini dan Lurah Dungus Cariang Dikdik Buldansson hadir langsung di tengah warga. Kehadiran mereka tidak dalam format upacara kaku, melainkan duduk bersama warga sambil menyantap hidangan yang disediakan.
官 "Moment seperti ini yang bikin kami merasa diperhatikan, bukan cuma dilihat dari jauh," kata Ramesh.
Perayaan ditutup dengan semangat tagline "Niskala Ka Sakala", yang secara filosofis bermakna dari niat baik menuju karya nyata. Bagi warga di gang-gang kecil Dungus Cariang, makna itu terasa sederhana: kegiatan tahun ini membuktikan bahwa ketika pemimpin mau membuka pintu, generasi muda memang mau melangkah masuk.
官 "Harapan kami sederhana, kegiatan seperti ini tidak cuma jadi pajangan 17-an saja. Mudah-mudah tahun depan bisa lebih besar dengan semangat yang sama," kata Anwar.