Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Siswa Bandung Pakai Masker ke Sekolah, Penumpang Gagal Terbang Menuju Stasiun Kereta Api

Bandung · Oleh ·

Siswa Bandung berangkat ke sekolah pakai masker Senin pagi setelah abu vulkanik Anak Krakatau mengambang di udara. Penumpang pesawat yang gagal terbang dari Jakarta memadati stasiun kereta api.

Siswa Bandung Pakai Masker ke Sekolah, Penumpang Gagal Terbang Menuju Stasiun Kereta Api

Anak-anak di puluhan sekolah dasar dan menengah di Kota Bandung berangkat ke sekolah dengan masker menutupi hidung dan mulutnya Senin pagi (7/9). Ini pemandangan baru yang belum pernah mereka alami dalam beberapa waktu terakhir. Abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau pada akhir pekan sebelumnya menyisakan partikel yang masih mengambang di udara pada ketinggian 3 sampai 5 kilometer.

Pantauan di sejumlah titik menunjukkan lapisan tipis abu berwarna keabu-abuan masih menyelimuti trotoar, pepohonan, dan permukaan kendaraan yang diparkir di pinggir jalan. Ibu-ibu yang mengantar anak ke sekolah terlihat membawa masker cadangan di dalam tas.

"Masker ini penting buat anak saya. Saya tidak mau risiko dia sakit吸入 debu," kata Devi, seorang warga dari kawasan Buahbatu, kepada situs ini. Ibunya mengambil cuti dari pekerjaannya Senin ini untuk memastikan anak keduanya menggunakan masker dengan benar selama di sekolah.

Baca Juga: Penumpang KA dari Bandung Capai 5.181 Orang hingga Siang, Naik 12 Persen dari Senin Sebelumnya

Plt. Wali Kota Bandung telah meninjau langsung ke beberapa sekolah Senin pagi untuk memastikan siswa terlindungi. Tim dari Dinas Pendidikan memang sudah diminta melarang anak-anak yang tidak membawa masker untuk masuk kelas. Sekolah juga mulai membersihkan sisa abu yang menempel di jendela, atap, dan halaman.

Di stasiun kereta api Bandung, antrean penumpang justru memanjang sejak Senin pagi. Banyak di antara mereka adalah calon penumpang pesawat yang gagal terbang dari Jakarta ke Surabaya, Yogyakarta, dan Solo pada akhir pekan. Mereka menyeberang dulu ke Bandung dengan bus, lalu melanjutkan perjalanan dengan kereta api ke arah timur.

Petugas stasiun memperkirakan ribuan orang bergerak melalui Bandung menuju arah Solo dan Surabaya sejak Minggu malam. Menurut data yang tercatat, jumlah penumpang KA dari Bandung hingga siang hari sudah mencapai lebih dari lima ribu orang, atau naik belasan persen dari hari Senin biasa.

Baca Juga: Polresta Bandung Pecat 3 Polisi karena Disersi, Sabu-sabu, dan Curat

Di sektor kesehatan, seluruh puskesmas di Kota Bandung diminta bersiaga menghadapi potensi kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut. Petugas kesehatan di beberapa puskesmas mengaku sudah menyiapkan tambahan stok obat dan ruang konsultasi untuk pasien dengan keluhan pernapasan.

"Kalau ada warga yang sesak napas ataubatuk-batak berkepanjangan, langsung datang ke puskesmas. Jangan tunggu parah," kata seorang tenaga kesehatan di Puskesmas Garuda yang namanya tidak bersedia disebutkan.

Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung besok menyasar empat jalan protokol utama. Mereka meng目标kan permukaan jalan dengan air bertekanan tinggi agar partikel abu tidak beterbangan lagi saat dilalui kendaraan dan pejalan kaki.

Penyemprotan difokuskan di kawasan yang ramai dilalui warga sehari-hari. Trotoar dan pepohonan di kiri kanan jalan juga disasar karena debu yang menempel di dedaunan bisa terlepas kembali saat ada angin.

Sejauh ini belum ada rencana pembatasan aktivitas luar ruangan atau pembelajaran jarak jauh untuk siswa. Sekolah tetap beroperasi seperti biasa dengan kewajiban masker selama di dalam kelas.