Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi Agustus 2026, Layani Penerbangan Domestik dan Internasional
Bandara Husein Sastranegara akan beroperasi lagi Agustus 2026, layani 20-24 rute domestik dan penerbangan internasional regional. Dedi Mulyadi sebut lebih efektif dari Kertajati, dorong pariwisata Bandung.

Koordinasi Pemulihan Bandara Husein Sastranegara
Bandara Husein Sastranegara di Bandung segera kembali beroperasi pada Agustus 2026 setelah melalui proses koordinasi intensif antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kementerian Perhubungan. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi telah menemui langsung Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi untuk memastikan rencana pengaktifan kembali bandara ini berjalan tepat waktu.
Plt. Gubernur Dedi menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah pusat dalam bandara yang telah vakum selama bertahun-tahun tersebut. "Keberadaan bandara ini sangat dinantikan masyarakat Kota Bandung," kata Dedi seusai pertemuan di Bandung, Rabu (22/7).
Baca Juga: Enam Titik Api Melalap Lahan di Kaki Gunung Guntur Garut, Kendaraan Pemadam Tidak Bisa Menjangkau
Rute Domestik dan Persiapan Internasional
Kementerian Perdagangan dan Investasi telah memberikan izin operasional untuk 20-24 rute domestik di Bandara Husein Sastranegara. Izin ini akan dijalankan oleh Badan Usaha Milik Negara, dalam hal ini Angkasa Pura, yang dipercaya mengelola infrastruktur bandara tersebut.
Selain penerbangan domestik, pemerintah juga tengah memproses pembukaan rute internasional regional. Dedi menegaskan segera mengirimkan surat resmi kepada Kementerian untuk mempercepat persetujuan penerbangan luar negeri.
Baca Juga: Kerugian Negara Rp237 Miliar dari 445 Debitur Fiktif BTN di Karawang, Tiga Tersangka Ditahan
"Surat permintaan penerbangan internasional sedang kami buat hari ini," jelas Dedi.
Efektivitas Lokasi Versus Kertajati
Gubernur Dedi menjelaskan mengapa penerbangan internasional lebih ideal dilayani dari Husein Sastranegara dibandingkan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati. Berdasarkan evaluasi lapangan, Kertajati belum mampu menarik volume penumpang internasional yang signifikan.
"Dibandingkan penerbangan luar negeri di Kertajati yang sedikit dan tidak terkoneksi dengan baik, lebih baik menggunakan Husein," tegas Dedi. Pendekatan realistis ini mempertimbangkan efisiensi operasional dan kenyamanan penumpang.
Potensi Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Pengaktifan kembali bandara ini diproyeksikan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Jawa Barat. Konektivitas udara yang lebih baik akan meningkatkan:
- Arus kunjungan wisatawan ke kawasan Bandung dan sekitarnya
- Pertumbuhan sektor perhotelan dan usaha parekraf
- Aksesibilitas bisnis bagi pelaku usaha di Cekungan Bandung
- Peningkatan PAD dari sektor pariwisata
Dedi optimistis bandara ini akan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi lokal.
Komitmen Pemerintah Pusat
Menhub Dudy Purwagandhi membenarkan telah tercapai kesepakatan strategis dengan Pemerintah Daerah. "Kami sepakat mengaktifkan kembali Bandara Husein untuk penerbangan domestik," tegas Dudy.
Untuk penerbangan internasional regional, pemerintah pusat menyatakan kesiapannya mendukung penuh, asalkan infrastruktur bandara telah memenuhi standar keselamatan penerbangan.
"Kami ingin memastikan Bandara Husein benar-benar siap secara infrastruktur sebelum beroperasi," papar Dudy.
Persiapan Infrastruktur Jadi Prioritas
Sebelum Agustus 2026, seluruh infrastruktur Bandara Husein Sastranegara akan menjalani penyempurnaan. Fokus utama meliputi peningkatan fasilitas landasan pacu, terminal penumpang, serta sistem navigasi udara.
Kementerian berkomitmen memastikan aspek keselamatan dan keamanan menjadi prioritas utama dalam persiapan ini. Keberhasilan program bandara ini akan menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun konektivitas regional.
Implikasi bagi Masyarakat Bandung
Bagi warga Bandung dan sekitarnya, pengaktifan kembali Husein Sastranegara berarti akses penerbangan yang lebih dekat dan praktis. Tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke luar kota untuk menggunakan transportasi udara.
Dengan target beroperasi Agustus 2026, masyarakat dapat mengantisipasi kehadiran maskapai baru dan destinasi domestik maupun regional yang dapat dijangkau langsung dari Kota Bandung. Hal ini menjadi kabar gembira menjelang pertengahan tahun depan.