Balita 4 Tahun di Sidoarjo Meninggal: Ayah Kandung Penganiayi Dijerat Hukum
Insiden tragis penganiayaan balita 4 tahun di Sidoarjo membuat korban meninggal. Ayah kandung pelaku telah diamankan, dan sebelumnya dia juga pernah melakukan kekerasan terhadap istri korban.

Sebuah insiden tragis terjadi di Desa Kemangsen, Balongbendo, Sidoarjo pada Jumat (6/3/2026), dimana seorang balita berusia 4 tahun meninggal dunia akibat penganiayaan brutal oleh ayah kandungnya. Pelaku, pria berusia 26 tahun bernama ARY, telah diamankan oleh aparat Polsek Balongbendo seiring dengan perkembangan kasus yang sedang diselidiki.
Foto: Dokumen Polsek Balongbendo untuk Jawa Pos
Kronologi Lengkap Insiden
Insiden terungkap ketika ARY meminta tolong kepala dusun setempat untuk mengantarkan anaknya ke bidan desa pada pukul 06.00 WIB. Pada saat itu, korban dalam kondisi kejang-kejang dan menunjukkan tanda-tanda kondisi kesehatan yang memburuk.
Setelah diperiksa oleh bidan, kondisi balita tidak membaik dan akhirnya dirujuk ke RSUD Sidoarjo Barat (Sibar). Sayangnya, nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan dia meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.
Setelah kematian korban, jenazah dibawa ke rumah mertua ARY di Desa Seketi, Balongbendo. Namun, kecurigaan muncul ketika ARY melarang tetangga dan kerabat untuk melihat kondisi korban saat proses pemandikan. Meskipun upaya penghalangan itu dilakukan, warga dan bidan yang mengantar korban ke rumah sakit sudah melaporkan dugaan kekerasan kepada polisi.
Profil Pelaku dan Riwayat Kekerasan Sebelumnya
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi menemukan bahwa ARY dikenal memiliki temperamen yang mudah tersinggung. Selain itu, pelaku juga pernah melakukan kekerasan fisik terhadap istrinya, ibu dari korban balita, sehingga sang istri meninggalkan rumah sebulan sebelum insiden penganiayaan terjadi.
Penyelidikan dan Tindakan Hukum
Anggota Unit Reskrim Polsek Balongbendo kemudian mendatangi rumah duka untuk melakukan pemeriksaan terhadap ARY. Setelah proses pendalaman, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya.
Jenazah korban telah dilakukan visum lanjutan di Rumkit Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong untuk mengkonfirmasi penyebab pasti kematian. Saat ini, pihak polisi masih sedang mendalami motif di balik insiden penganiayaan yang sangat menyedihkan ini.
Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistyono dalam keterangannya menyatakan:
"Saat itu sekitar pukul 06.00 korban dalam kondisi kejang-kejang dan dibawa ke bidan desa"
"Korban meninggal dunia saat tiba di rumah sakit"