Badan Geologi Ungkap 3 Segmen Berbeda Sesar Lembang Risiko Berbeda
Badan Geologi mengungkap Sesar Lembang bukan patahan tunggal, melainkan 3 segmen dengan karakter, aktivitas, dan potensi gempa berbeda yang membutuhkan strategi mitigasi spesifik.

Gambaran Umum Sesar Lembang
Kawasan utara Kota Bandung yang merupakan wilayah padat penduduk sangat rentan terhadap dampak gempa bumi akibat aktivitas Sesar Lembang. Sesar yang membentang sekitar 29 kilometer ini bukanlah jalur patahan tunggal dengan risiko yang homogen, menurut hasil penyelidikan terbaru Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Temuan ini mengubah persepsi sebelumnya tentang sesar yang sering dianggap sebagai satu jalur patahan tunggal, dan menuntut pendekatan mitigasi yang lebih terukur dan spesifik.
Temuan Penting: 3 Segmen Berbeda
Menurut Sukahar Eka Adi Saputra, Penyelidik Bumi Ahli Madya Badan Geologi, Sesar Lembang terbagi menjadi tiga segmen yang masing-masing memiliki karakteristik geologi, aktivitas, dan potensi gempa yang berbeda. Ia menambahkan bahwa setiap segmen ini memiliki hubungan erat dengan sistem vulkanik di wilayah Bandung.
Dalam pernyataan Sukahar, "Secara keseluruhan, Sesar Lembang merupakan sesar aktif dengan segmentasi yang jelas dan memiliki hubungan erat dengan sistem vulkanik di wilayah Bandung", ujarnya pada Kamis (26 Februari 2026.
Tim penelitian juga mengungkap bahwa arah tegasan dominan Sesar Lembang membentang dari timur laut hingga barat daya. Potensi gempa maksimum sesar ini diperkirakan mencapai magnitudo 6,5 hingga 7 apabila seluruh segmen bergerak secara bersamaan.
Berdasarkan data paleoseismologi, laju geser sesar ini berkisar 1,95 hingga 3,45 milimeter per tahun, dengan periode ulang gempa 170 hingga 670 tahun. Sukahar juga menyebut bahwa terdapat indikasi gempa besar pernah terjadi pada abad ke-15.
Pentingnya Strategi Mitigasi Khusus
Hasil analisis ini menegaskan bahwa penanganan risiko Sesar Lembang tidak dapat dilakukan dengan pendekatan tunggal. Setiap segmen memiliki karakteristik yang unik, sehingga membutuhkan strategi mitigasi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing segmen.
"Pendekatan mitigasi yang terukur dan spesifik menjadi kunci untuk mengurangi risiko kerusakan dan korban jiwa akibat gempa yang mungkin terjadi akibat aktivitas Sesar Lembang, ujar Sukahar.
Analisis Lanjutan: Segmen Barat dengan Offset Signifikan
Tim Badan Geologi juga akan fokus pada analisis segmen barat yang memiliki offset signifikan, yang menjadi salah satu segmen yang perlu diperiksa lebih lanjut untuk memahami potensi aktivitas gempa di wilayah tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang risiko gempa di Sesar Lembang, sehingga dapat membantu pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merencanakan langkah-langkah mitigasi yang tepat sasaran.
Gambar yang disediakan dengan resolusi 800x533 pixel ini menampilkan visualisasi terkait analisis 3 segmen Sesar Lembang yang diambil pada tanggal 26 Februari 2026.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik setiap segmen Sesar Lembang, diharapkan pemerintah dan pemangku kepentingan dapat merencanakan dan melaksanakan langkah-langkah mitigasi yang efektif dan tepat sasaran, sehingga melindungi penduduk di wilayah sekitar Sesar Lembang dari risiko gempa yang mungkin terjadi.