Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Awas! Longsor Lembah Sarimadu Bandung: Pemkot Ngebut Perbaiki Jalan Amblas

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemkot Bandung ngebut perbaiki jalan amblas di Lembah Sarimadu akibat longsor, ancam rumah warga. Penanganan darurat untuk keselamatan!

Awas! Longsor Lembah Sarimadu Bandung: Pemkot Ngebut Perbaiki Jalan Amblas

Pemkot Bandung Prioritaskan Perbaikan Jalan Lembah Sarimadu yang Amblas Akibat Longsor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menunjukkan respons cepat terhadap keluhan masyarakat terkait kerusakan infrastruktur akibat bencana alam. Fokus utama saat ini adalah penanganan longsor di Jalan Lembah Sarimadu, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, yang mengancam keselamatan pemukiman warga.

Peristiwa longsor ini menyebabkan runtuhnya kirmir atau turap pembatas jalan dan memicu penggerusan tanah yang signifikan. Dampak yang terasa, setidaknya tiga unit rumah warga kini berada dalam kondisi rawan dan memerlukan antisipasi ekstra untuk mencegah kerusakan lebih parah jika terjadi longsor susulan.

Camat Sukasari, Suharyanto, mengungkapkan bahwa Wali Kota Bandung telah memberikan instruksi khusus untuk menangani titik ini dengan serius. "Arahan utama dari Pak Wali adalah antisipasi. Karena titik longsor ini sudah menggerus jalan dan ada beberapa rumah yang terdampak, maka penanganannya harus lebih ekstra," ujar Suharyanto, Sabtu (3/1).

Langkah Darurat dan Pembatasan Akses

Demi menjamin keselamatan warga dan meminimalisir getaran yang dapat memperparah kondisi tanah, pihak kewilayahan telah mengambil langkah darurat berupa penutupan akses jalan bagi kendaraan berat. Saat ini, Jalan Lembah Sarimadu hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pengguna kendaraan roda dua.

"Sambil menunggu proses perbaikan, akses saat ini dibatasi. Kendaraan roda empat tidak diperkenankan masuk. Jalan hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Ini demi keselamatan bersama,"

tegas Suharyanto.

Anggaran dan Mekanisme Perbaikan Permanen

Mengenai langkah perbaikan permanen, Pemkot Bandung telah berkoordinasi erat dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM). Suharyanto memastikan bahwa anggaran untuk perbaikan turap dan jalan tersebut sudah siap dialokasikan.

"Tadi sudah dikoordinasikan dengan DSDABM dan dipastikan penanganan akan ditindaklanjuti pada 2026 karena anggarannya sudah tersedia," tuturnya.

Meskipun demikian, ia meminta masyarakat untuk sedikit bersabar mengenai waktu pelaksanaan konstruksi. Mengingat skala kerusakan yang cukup besar, proyek ini memerlukan biaya yang tinggi sehingga mekanismenya harus melalui proses lelang sesuai dengan aturan pengadaan barang dan jasa.

"Karena biayanya cukup besar, maka tidak bisa pengadaan langsung dan harus melalui proses lelang. Kami mohon warga bersabar. Pemerintah ingin penanganan ini segera dilakukan, tapi tetap sesuai ketentuan agar aman secara aturan dan hasilnya juga maksimal," tambahnya.

Pemantauan Berkelanjutan dan Siskamling Siaga Bencana

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta jajaran di tingkat kecamatan dan kelurahan untuk tidak lengah dalam memantau kondisi lapangan secara berkala. Ia juga menginstruksikan aparat setempat untuk terus menjalin komunikasi intensif dengan warga terdampak.

"Ibu lurah dan pak camat untuk terus memantau kawasan ini dan terus mengimbau kepada masyarakat," tegas Farhan.

Upaya ini merupakan bagian integral dari komitmen Pemkot Bandung dalam program Siskamling Siaga Bencana untuk memitigasi dampak cuaca ekstrem di kawasan rawan longsor, sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan pemerintah dalam melindungi warganya.