Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Atasi Krisis Sanitasi, Pemkot Bandung Distribusikan Biotank Gratis

Bandung · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Pemkot Bandung distribusikan biotank gratis untuk mengatasi krisis sanitasi di Kelurahan Pasirjati dan Pasanggrahan, menyasar 122 rumah tanpa septic tank. Wali Kota Farhan juga pastikan penanganan akses jalan longsor dan reboisasi demi keselamatan warga.

Atasi Krisis Sanitasi, Pemkot Bandung Distribusikan Biotank Gratis

Pemkot Bandung Hadirkan Inovasi Biotank Gratis Atasi Krisis Sanitasi Lingkungan

Bandung, [Tanggal Publikasi] – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengambil langkah proaktif dalam mengatasi permasalahan sanitasi lingkungan dengan mendistribusikan biotank gratis. Inisiatif ini menyasar puluhan rumah di Kelurahan Pasirjati dan Pasanggrahan yang hingga kini belum memiliki septic tank layak. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyorot isu krusial ini saat melakukan pemantauan kewilayahan pada Kamis (8/1) di RW 10 Kelurahan Pasirjati dan RW 15 Kelurahan Pasanggrahan.

Pada kunjungan tersebut, terungkap data mengejutkan:

Kondisi sanitasi yang buruk ini berpotensi besar menimbulkan pencemaran lingkungan serius dan berdampak langsung pada kesehatan masyarakat jika tidak segera ditangani secara komprehensif.

Biotank: Solusi Modern dan Ramah Lingkungan

Farhan menjelaskan bahwa Pemkot Bandung telah menyiapkan solusi yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Khusus untuk Kelurahan Pasanggrahan, pembangunan septic tank komunal dinilai kurang memungkinkan. Oleh karena itu, biotank individu menjadi pilihan utama.

"Teknologi biotank ini tidak perlu disedot secara berkala karena kotorannya dilarutkan dengan cairan khusus," jelas Farhan. Ia menilai bahwa biotank merupakan solusi yang lebih praktis, efisien, dan ramah lingkungan, terutama untuk kawasan permukiman padat dengan keterbatasan lahan. Keunggulan ini menjadikan biotank sebagai alternatif cerdas untuk meningkatkan kualitas sanitasi perkotaan.

Farhan juga mengimbau warga yang belum memiliki septic tank agar tak segan melapor melalui ketua RW setempat. "Kami siap menindaklanjuti laporan tersebut secara langsung, baik dengan pembangunan septic tank komunal maupun perorangan sesuai kebutuhan. Nanti saya akan samperin satu per satu. Kita bikinkan septic tank, bisa komunal atau perorangan. Yang penting tidak boleh buang kotoran sembarangan," tegasnya.

Prioritas Penanganan Akses Jalan Akibat Longsor

Selain fokus pada masalah sanitasi, Pemkot Bandung juga menaruh perhatian serius pada pemulihan akses jalan di Kelurahan Pasanggrahan. Akses vital yang menghubungkan RW 09 dan RW 10 terputus akibat longsor yang terjadi pada tahun 2022 dan hingga kini belum tertangani secara menyeluruh. Kondisi ini secara signifikan menghambat aktivitas warga, terutama akses menuju area pertanian dan lahan sawah abadi di sekitar lokasi.

"Ini akibat longsor pada tahun 2022 sampai hari ini belum diperbaiki. Kita akan buatkan gambar atau desain jalan yang baik. Namun, pembangunan jalan tidak bisa dilakukan secara sederhana tanpa memperhitungkan potensi longsor susulan. Oleh karena itu, aspek mitigasi bencana menjadi perhatian utama dalam perencanaan pembangunan," papar Farhan.

Salah satu langkah penting yang akan dilakukan adalah reboisasi di area rawan longsor, khususnya di sisi barat lokasi yang menjadi titik utama pergerakan tanah. Penguatan vegetasi dinilai krusial untuk menjaga stabilitas lereng dan mencegah terulangnya bencana serupa. Pembangunan akses jalan ke depan akan mengintegrasikan fungsi konektivitas dengan kelestarian lingkungan, memastikan akses menuju kawasan pertanian, termasuk Sain Farm dan lahan sawah abadi, dapat kembali normal tanpa mengabaikan faktor keselamatan warga.

Inisiatif Pemkot Bandung ini menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.