Atasi Kepadatan Mudik: Polres Garut Gunakan Sistem Satu Arah 2026
Polres Garut terapkan enam sesi sistem satu arah di jalur mudik Lebaran 2026 untuk atasi kepadatan arus kendaraan dari arah Bandung ke Tasikmalaya dan Garut.

Konteks Kepadatan Lalu Lintas Jalur Garut Hari Pertama Lebaran 2026
Hari pertama Hari Raya Lebaran 2026 mencatat peningkatan signifikan arus kendaraan di beberapa jalur mudik Kabupaten Garut, Jawa Barat. Untuk mengatasi kemacetan dan memastikan kelancaran perjalanan pemudik, Kepolisian Resor (Polres) Garut melaksanakan serangkaian langkah rekayasa lalu lintas.
Sistem Satu Arah Berulang sebagai Solusi Utama
Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut AKP Luky Martono mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerapkan enam sesi sistem satu arah pada hari pertama libur Lebaran. Semua sesi ini diarahkan dari arah barat (Bandung) ke arah timur (Garut dan Tasikmalaya), guna mengurai kepadatan arus kendaraan yang dominan dari rute tersebut.
Rekayasa lalu lintas ini diterapkan di dua jalur utama:
- Jalur nasional Limbangan-Malangbong: Dilaksanakan empat sesi, yaitu pukul 13.30–13.50 WIB di wilayah Limbangan, pukul 15.20–15.40 WIB di wilayah Malangbong, dan dua sesi tambahan di jalur Limbangan pada pukul 15.25–15.45 WIB.
- Jalur provinsi Kadungora–Leles–Tarogong: Dilaksanakan dua sesi, yaitu pukul 11.25–11.40 WIB dan pukul 15.35–15.55 WIB, keduanya dari arah Bandung menuju Garut.
Kondisi Lapangan dan Upaya Pemantauan Berkelanjutan
Menurut Luky, arus kendaraan di kedua jalur terlihat ramai, dengan dominasi kendaraan roda dua dan empat dari arah Bandung. Tim kepolisian telah menyiapkan personel untuk mengatur laju kendaraan agar tetap bergerak tanpa hambatan.
"Langkah ini dinilai efektif untuk mengurai kepadatan arus kendaraan yang mulai mengalami peningkatan," ujar Luky dalam keterangan resminya.
Secara umum, kondisi lalu lintas di wilayah Garut masih tercatat lancar meskipun volume kendaraan tinggi. Selain personel polisi, instansi terkait juga turut serta dalam pengaturan lalu lintas selama berlangsungnya Operasi Ketupat Lodaya 2026, guna memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran perjalanan seluruh pengguna jalan.
Luky menambahkan bahwa pihaknya akan terus menyesuaikan pola rekayasa lalu lintas sesuai dengan situasi di lapangan. Tujuannya adalah agar arus kendaraan tetap terkendali dan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman selama masa libur Lebaran 2026.