Arus Lalu Lintas Ciwidey-Pangalengan Melemah di H+3 Lebaran 2026
Dishub Kabupaten Bandung mencatat penurunan arus kendaraan di jalur wisata Ciwidey dan Pangalengan pada H+3 Lebaran 2026 hingga pukul 15.00 WIB.

Latar Belakang Penurunan Arus Lalu Lintas
Pada masa H+3 Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencatat arus kendaraan di jalur wisata selatan kota mulai mengalami penurunan signifikan. Data tercatat hingga pukul 15.00 WIB pada hari Selasa, menunjukkan penurunan volume lalu lintas dibandingkan hari sebelumnya di dua jalur wisata utama: Ciwidey dan Pangalengan. Penurunan ini sejalan dengan tren umum pada hari ketiga setelah Lebaran, ketika sebagian wisatawan mulai kembali ke tempat tinggal mereka setelah berlibur.
Konteks dan Sumber Data
Eric A Prabowo, Pejabat Humas Dishub Kabupaten Bandung, menyampaikan data hasil pemantauan langsung di sejumlah titik jalur wisata. Ia menekankan bahwa penurunan terlihat jelas dari perbandingan data harian, yang mencerminkan mulai berkurangnya jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut. Dalam pernyataannya, Eric menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan secara rutin setiap hari untuk mengawasi arus lalu lintas dan mengidentifikasi titik rawan yang membutuhkan pengaturan tambahan.
"Arus lalu lintas di jalur wisata Ciwidey dari 42.025 di hari sebelumnya menjadi 27.101 kendaraan dari arah Soreang, sementara dari Ciwidey menuju Soreang tercatat 20.273 kendaraan," ujar Eric dalam wawancara di Bandung pada hari Selasa.
Data Arus Lalu Lintas Jalur Ciwidey
Untuk jalur Ciwidey, arus kendaraan dari arah Soreang menuju Ciwidey turun dari 42.025 unit pada hari sebelumnya menjadi 27.101 kendaraan. Sementara arah sebaliknya, dari Ciwidey menuju Soreang, tercatat 20.273 kendaraan, juga mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Dari keseluruhan kendaraan di jalur ini, sepeda motor mendominasi dengan 15.560 unit, diikuti mobil penumpang sebanyak 4.705 unit, menurut keterangan Eric.
Tren Arus di Jalur Pangalengan-Banjaran
Selain jalur Ciwidey, penurunan arus kendaraan juga tercatat di jalur penghubung Pangalengan dan Banjaran. Menurut data Eric, arah dari Banjaran menuju Pangalengan tercatat 19.711 kendaraan, turun drastis dari 32.700 unit pada hari sebelumnya. Sementara arah sebaliknya, dari Pangalengan menuju Banjaran, jumlah kendaraan mencapai 16.094 unit, juga jauh lebih rendah dibandingkan 34.320 unit yang tercatat di hari sebelumnya. Kendaraan yang melintas di jalur ini juga didominasi oleh sepeda motor, dengan total 12.818 unit, diikuti mobil penumpang sebanyak 3.273 unit. Eric menambahkan bahwa penurunan ini menunjukkan bahwa wisatawan mulai meninggalkan kawasan wisata Pangalengan untuk kembali ke tempat tinggal mereka.
Prospek dan Langkah Pemantauan
Meski sudah mengalami penurunan signifikan, Eric A Prabowo memperingatkan bahwa pergerakan kendaraan masih akan terjadi pada waktu tertentu, terutama pada sore hingga malam hari ketika kelompok wisatawan yang terlambat berangkat kembali. Dia menegaskan bahwa potensi kepadatan masih bisa terjadi di beberapa titik rawan, seperti persimpangan jalur utama dan area parkir dekat objek wisata.
Untuk mengantisipasi hal ini, Dishub Kabupaten Bandung akan terus melakukan pemantauan secara rutin dan melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik yang membutuhkan. Tim Dishub juga akan bekerja sama dengan kepolisian dan pihak terkait untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas selama masa libur Lebaran 2026.
Keputusan untuk melakukan pemantauan berkelanjutan ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan yang masih berpergian, serta mencegah terjadinya kemacetan yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar jalur wisata.