Arus Balik Lebaran 2026: Kemacetan 8 KM Lingkar Gentong Arah Bandung
Kemacetan 8 KM di Lingkar Gentong Arah Bandung terjadi saat arus balik Lebaran 2026 H+3, Selasa 24 Maret, akibat penyempitan jalan dan tanjakan curam.

Situasi Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026
Pada Selasa, 24 Maret 2026, arus balik Lebaran 2026 fase H+3 di jalur arteri Lingkar Gentong atas menuju Bandung, Jawa Barat, mengalami kemacetan panjang mencapai 8 kilometer di ruas Ciawi. Kemacetan terjadi sejak pagi hingga siang hari, menghambat pergerakan kendaraan pribadi, motor, dan angkutan umum.
Pantauan di lokasi menunjukkan peningkatan volume kendaraan pada jalur nasional yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Barat melalui Kecamatan Ciawi arah Gentong. Beberapa kendaraan pribadi dengan nomor polisi D, T, B, W, dan F terpaksa harus memarkir di samping jalan akibat bau asap yang menyengat keluar dari mesin kendaraan.
Penyebab Utama Kemacetan
Wawan, 44 tahun, petugas ganjal ban di Lingkar Gentong atas, mengungkapkan bahwa kemacetan tahun ini disebabkan oleh dua faktor utama:
- Penyempitan jalan setelah melewati Pos Pengamanan Letter U
- Tanjakan dengan kemiringan 75 derajat yang mengharuskan semua kendaraan bergerak secara berurutan
"Setelah melewati Pos PAM Letter U, kendaraan harus antre satu per satu karena jalur yang menyempit. Semua harus berhenti dan bergerak perlahan melewati tanjakan," ujar Wawan pada Selasa (24/3/2026).
Pengalaman Perjalanan Pengemudi
Gungun, 55 tahun, warga Jakarta yang sedang pulang ke Bandung, mengatakan bahwa jalur Lingkar Gentong selalu mengalami kepadatan luar biasa setiap tahun Lebaran. Dia menambahkan bahwa pengemudi harus siap menginjak rem secara terus-menerus, menyebabkan asap dari knalpot mobil terasa sangat menyengat.
"Banyak pengemudi kesulitan karena harus menahan rem dalam waktu lama, ditambah dengan antrean panjang yang tidak bergerak cepat. Saya berharap pemerintah bisa menyelesaikan pembangunan jalan tol agar tidak ada kemacetan seperti ini di tahun-tahun mendatang," kata Gungun.
Upaya Pengaturan Lalu Lintas
Kasatlantas Polres Garut, AKP Luky Martono, menjelaskan bahwa jajaran satuan lalu lintas telah mengambil langkah untuk mengurai kemacetan. Mereka menerapkan sistem controlled flow (CF) dan pengurasan jalur di jalan utama Tasikmalaya untuk memperlancar arus kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju Bandung.
"Petugas melakukan pengaturan lalu lintas secara maksimal dengan mengalirkan arus balik secara bertahap. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mencegah kemacetan lebih panjang dan memastikan arus perjalanan tetap lancar serta terkontrol," papar Luky Martono.