Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

ADS dan MIN Merencanakan Pembunuhan Sopir Taksi Daring Yogi Saparudin lalu Mengubur Jenazahnya di Sumedang

Jabar · Oleh ·

ADS dan MIN merencanakan pembunuhan sopir taksi daring Yogi Saparudin di Sumedang. Keduanya memesan kendaraan korban lewat aplikasi, membunuhnya dengan cable baja, dan mengubur jenazahnya sedalam 1 meter di gubuk perkebunan teh Cisoka. Pelaku berdalih motif utang Rp 25 juta, namun polisi menemukan indikasi perencanaan yang lebih besar.

ADS dan MIN Merencanakan Pembunuhan Sopir Taksi Daring Yogi Saparudin lalu Mengubur Jenazahnya di Sumedang

Jasad Yogi Saparudin ditemukan terkubur di gubuk tua kawasan perkebunan teh Cisoka, Desa Citengah, Sumedang, pada Senin (12/11). Dua orang berinisial ADS (30) dan MIN (17) ditangkap polisi sebagai dalang di balik pembunuhan itu.

Motif awal yang terungkap, korban berutang Rp 25 juta kepada ADS sejak 2023 yang tak pernah dilunasi.

Kasat Reskrim AKP Usep Sudirman menjelaskan, ADS memesan kendaraan korban melalui salah satu aplikasi transportasi daring dengan memilih driver berdasarkan inisial dan nomor kendaraan secara spesifik. "Si ADS memesan karena dari aplikasi tersebut si tersangka bisa memesan dengan menyebutkan inisial driver dan nomor kendaraannya sehingga langsung nyambung," kata Usep.

Baca Juga: Warga Bekasi kini bisa sampaikan keluhan langsung ke Kapolda's lewat WhatsApp

ADS dan korban lalu berboncengan menuju titik yang ditentukan ADS. Pertemuan pertama itu berakhir ricuh, keduanya bertengkar dan berpisah.

ADS masih kesal. Ia lalu mengajak MIN dan kembali memesan kendaraan korban lewat aplikasi, kali ini dengan alasan ADS punya pekerjaan perbaikan di Cimalaka. Sekitar pukul 17.00 WIB, bertiga mereka tiba di lokasi penggalian Cimalaka. Cuaca masih terang, ketiga orang sempat ngopi di warung kopi sekitar lokasi.

Malam tiba. MIN mulai mengeksekusi korban dengan mengikat tubuh Yogi menggunakan tambang. ADS yang berperan sebagai pelaku kedua menjerat leher korban dengan kabel baja. "Masih berontak, kemudian sama ADS ini diikat tangannya dari tangannya berontak sampai dipukulin oleh MIN sampai dijerat lehernya," tutur Usep.

Baca Juga: Gembel ditangkap sehari setelah membegal dua pemuda dengan golok di Jalan Cimanuk Garut

Setelah yakin korban meninggal, kedua pelaku membawa jenazah ke dalam mobil Daihatsu Sigra bernomor Z-1763-BB milik korban. "Dipastikan dalam mobil ini si korban sudah meninggal dunia. Tapi sempat muntah darah sehingga di dalam mobilnya ada bercak-bercak darah," kata Usep.

Mereka lalu mengendarai mobil mencari lokasi untuk menyembunyikan jasad. Pilihan jatuh pada gubuk di tepi jalan di kawasan perkebunan teh Cisoka, setelah lokasi pertama di Cibugel dinilai kurang memungkinkan.ADS sudah membawa cangkul untuk mengali kuburan sedalam sekitar satu meter.

Para sopir daring dan komunitas ojek online temuan pertama kali kendaraan korban di daerah Baginda. Mereka menemukan ADS masih berada di dalam mobil, lalu menyerahkannya ke polisi bersama barang bukti. "Hilangnya korban ini ramai disebar di grup-grup, kemudian mereka menemukan mobil korban dan di dalamnya ada ADS dan kemudian diserahkan ke kita," jelas Usep.

ADS mengakui motif utang dari korban selama bertahun-tahun yang tidak pernah dilunasi. Namun, polisi menduga ada tingkat perencanaan yang lebih besar dari emosi sesaat.ADS memesan kendaraan korban dua kali lewat aplikasi dengan memilih driver berdasarkan inisial dan nomor kendaraan. Modus serupa yang berulang ini menunjukkan ADS tidak sekadar diliputi amarah sesaat.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa cangkul, mobil Daihatsu Sigra Z-1763-BB, dan kabel baja yang digunakan untuk membunuh korban. Kedua pelaku dijerat dengan dakwaan alternatif Pasal 459 jo Pasal 20 huruf c, Pasal 479 ayat 4, dan Pasal 458 ayat 1 jo Pasal 20 huruf c UU 1/2023 tentang KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.