Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Peluang Perempuan Bolotana Capai 100 Tahun 13,83 Persen, Tertinggi Kedua di Dunia Setelah Hong Kong

Jabar · Oleh ·

Bolotana Sardinia jadi laboratorium ilmuwan dunia berkat catatan historis lengkap. Perempuan usia 70 tahun di sana punya peluang 13,83% mencapai 100 tahun, tertinggi kedua di dunia.

Peluang Perempuan Bolotana Capai 100 Tahun 13,83 Persen, Tertinggi Kedua di Dunia Setelah Hong Kong

Profesor Emeritus S. Jay Olshansky dari Universitas Illinois Chicago menyebut Bolotana sebagai lokasi dengan catatan historis paling lengkap untuk memverifikasi klaim umur panjang. Dari 3.060 individu yang lahir antara 1900-1925 di kota kecil Sardinia ini, 38 orang berhasil hidup hingga 100 tahun atau lebih. Angka ini kini menjadi fokus komunitas ilmiah internasional.

Para ilmuwan menggunakan catatan sipil dan dokumen gereja untuk memastikan keakuratan data klaim umur panjang di Bolotana. Olshansky menjelaskan bahwa keunikan Bolotana terletak pada dokumentasi sejarahnya yang memungkinkan verifikasi usia saat lahir dan meninggal.

"Yang membuat Bolotana luar biasa adalah catatan sejarahnya yang memungkinkan kita untuk secara pasti mengevaluasi usia saat lahir dan meninggal," tutur Olshansky. Catatan pemerintah kota dari berabad-abad lalu memungkinkan para ilmuwan memverifikasi klaim secara independen.

Baca Juga: Warga Cugenang Pasang Pagar Bambu di Tebing Longsor 2022, Cegah Pengendara Buang Air di Saluran Air

Analisis mendalam terhadap data demografis memberikan gambaran yang lebih detail. Dari 3.060 individu yang lahir antara 1900-1925, 38 orang berhasil mencapai usia 100 tahun atau lebih. Temuan ini menjadikan Bolotana laboratorium alami bagi ilmuwan dunia.

Komunitas yang erat di Bolotana menjadi sorotan para ilmuwan. Olshansky menjelaskan bahwa ikatan sosial yang kuat dan saling menjaga antarwarga tampaknya berperan penting dalam umur panjang di kota ini.

"Anda memiliki komunitas yang erat di mana orang-orang saling menjaga satu sama lain," kata Olshansky. Pendekatan sosiologis ini melengkapi faktor genetik dan gaya hidup dalam menjelaskan fenomena Bolotana.

Baca Juga: MH Tertangkap Usai Tembak Pazwa Pahaludin dengan Senapan Angin di Pertemuan Alumni Garut

Tren yang ditemukan sangat kontras antara gender. Perempuan Bolotana berusia 70 tahun memiliki peluang 13,83% untuk mencapai usia 100 tahun. Angka ini tertinggi kedua di dunia setelah Hong Kong.

Peluang laki-laki di usia yang sama jauh lebih rendah, hanya 4,92%. Kesenjangan gender dalam umur panjang di Bolotana sangat mencolok.

Para ilmuwan menduga kombinasi faktor genetik, perilaku, dan sosiologis menyebabkan fenomena ini. Namun, mereka belum menemukan alasan spesifik mengapa perempuan Bolotana memiliki keunggulan umur panjang yang begitu signifikan.

Klaim tentang umur panjang Bolotana tidak selalu konsisten. Data 2015-2019 menunjukkan angka yang jauh berbeda. Perempuan Bolotana berusia 70 tahun hanya memiliki peluang 1,46% untuk mencapai usia 100 tahun pada periode tersebut. Wilayah Blue Zone Sardinia lainnya mencapai 8,76% di periode yang sama. Perbedaan ini menunjukkan bahwa status umur panjang suatu wilayah tidak bersifat permanen.

Secara global, kesenjangan gender dalam harapan hidup juga nyata. Bayi laki-laki secara biologis lebih rentan terhadap kondisi kesehatan tertentu. Memasuki usia dewasa, laki-laki cenderung terpapar gaya hidup berisiko.

Pada usia senja, penyakit kronis lebih banyak menyerang laki-laki. Berdasarkan data 2021-2025, laki-laki Bolotana berusia 70 tahun memiliki peluang 4,92% untuk hidup hingga 100 tahun.

Perempuan Bolotana di usia yang sama memiliki peluang 13,83%. Angka ini tertinggi kedua di dunia setelah Hong Kong. Penemuan ini kini menjadi fokus komunitas ilmiah.

Struktur demografis Bolotana dengan catatan historis sangat lengkap menjadikannya laboratorium alami bagi ilmuwan. Bandingkan dengan Indonesia yang menghadapi transisi demografis berbeda. Proporsi lansia di Indonesia diproyeksikan naik dari 9% pada 2022 menjadi 20% pada 2047.

Peningkatan ini bakal membebani sistem kesehatan dan perlindungan sosial. Daerah dengan jumlah lansia besar seperti Jawa Barat perlu mengantisipasi tekanan ini. Data dari Bolotana bisa membantu ilmuwan memahami faktor yang memengaruhi umur panjang.

Temuan di Bolotana baru permulaan. Ilmuwan belum menemukan alasan spesifik mengapa perempuan di sana hidup lebih lama. Olshansky mengakui bahwa meskipun komunitas erat sering dikaitkan dengan umur panjang, perlu pembuktian ilmiah lebih lanjut.