Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

7,6 Hektare Lahan Disiapkan, Sekolah Rakyat Bandung Bidik Pemutusan Rantai Kemiskinan

Bandung · Oleh Nayla Putri ·

Sekolah Rakyat di Bandung kini makin nyata, lahan 7,6 ha disiapkan untuk kawasan pendidikan terintegrasi berbasis asrama. Tujuannya putus rantai kemiskinan.

7,6 Hektare Lahan Disiapkan, Sekolah Rakyat Bandung Bidik Pemutusan Rantai Kemiskinan

Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat melontarkan ide besar untuk pendidikan bagi kalangan kurang mampu. Rencana pembangunan kawasan pendidikan terintegrasi menjadi sorotan utama dalam pengembangan Sekolah Rakyat di Kabupaten Bandung.

Konsep Asrama Butuh Kawasan Terpisah

Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad menegaskan bahwa konsep dasar Sekolah Rakyat yang berbasis asrama menuntut lingkungan belajar yang khusus dan terpisah dari hiruk-pikuk aktivitas publik.

"Sekolah Rakyat harus memiliki kawasan tersendiri yang terintegrasi karena konsepnya adalah sekolah berasrama sehingga membutuhkan lingkungan belajar yang lebih kondusif dan tidak bercampur dengan aktivitas publik," papar Hasbullah.

Pendekatan ini bukan sekadar teori. Konsep asrama dianggap esensial untuk membentuk karakter peserta didik secara optimal, بعيداً dari pengaruh negatif yang mungkinوجود di lingkungan umum.

Fasilitas Eksisting Masih Layak Pakai

Untuk tahap awal, fasilitas yang tersedia sebenarnya sudah cukup representatif. Pemanfaatan aset milik Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bandung berupa asrama atlet dan gedung perkantoran dinilai masih mampu menopang kegiatan belajar mengajar.

Kendati demikian, Hasbullah mengakui bahwa keberadaan kawasan pendidikan permanen tetap menjadi kebutuhan mendesak.

Lahan 7,6 Hektare Sudah Diobral

Pemerintah Kabupaten Bandung menunjukkan komitmen serius dengan menyiapkan lahan seluas 7,6 hektare untuk pembangunan kompleks Sekolah Rakyat yang permanen. Angka ini cukup signifikan untuk mengakomodasi berbagai fasilitas pendidikan berkualitas.

Selain itu, terdapat rencana ambisius untuk mendirikan empat Sekolah Rakyat baru guna memperluas jangkauan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di berbagai wilayah.

Pendidikan Sebagai Senjata Melawan Kemiskinan

Hasbullah menekankan bahwa pengembangan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek infrastruktur pendidikan. Inisiatif ini diposisikan sebagai bagian strategis dari upaya memutus mata rantai kemiskinan.

Dengan memberikan akses pendidikan berkualitas kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu, diharapkan mereka memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk keluar dari jeratan kemiskinan secara berkelanjutan.

Langkah ini menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya hak istimewa, tetapi juga investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Jawa Barat.