74 Persen Program Visi-Misi Pemkab Bandung Terealisasi Satu Tahun
Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna mengungkap 74 persen program visi-misi dan 57 persen rencana aksi pemkab terealisasi satu tahun kepemimpinannya, meskipun menghadapi tantangan fiskal akibat penurunan transfer ke daerah.

Pada 20 Februari 2026, Bupati Kabupaten Bandung Jawa Barat, Dadang Supriatna, mengumumkan realisasi program pembangunan di wilayahnya selama satu tahun masa kepemimpinannya. Menurutnya, sekitar 74 persen program visi-misi dan 57 persen rencana aksi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung telah terealisasi hingga saat ini.
Tantangan Fiskal di Tahun Pertama Kepemimpinan
Pemerintah daerah dihadapkan pada tantangan fiskal yang signifikan di tahun pertama kepemimpinan Dadang Supriatna. Transfer ke Daerah (TKD) yang merupakan sumber pendapatan utama pemkab turun drastis dari Rp3,6 triliun pada tahun sebelumnya menjadi Rp2,6 triliun pada 2026.
"Kami memang mengalami transisi kebijakan yang berdampak pada pengurangan TKD, tetapi kami tetap berjuang agar rencana aksi ini tetap berjalan untuk masyarakat Kabupaten Bandung," ujar Dadang Supriatna.
Program Prioritas yang Tetap Dilaksanakan
Meski ruang fiskal terbatas, sejumlah program prioritas tetap dilaksanakan secara bertahap. Salah satu proyek besar yang sedang berjalan adalah Bandung Bedas Convention Center di wilayah timur Kabupaten Bandung, yang saat ini masih berada dalam tahap perencanaan teknis mendalam (DED). Di sektor infrastruktur, Pemkab Bandung memproyeksikan anggaran sekitar Rp1 triliun hingga Rp1,4 triliun dalam tiga tahun ke depan. Anggaran ini akan dioptimalkan dengan dukungan program pemerintah pusat, termasuk Instruksi Presiden terkait pembangunan jalan desa. Selain itu, pemkab mengalokasikan sekitar Rp10 miliar untuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) tahun ini. Pelaksanaan awal program ini telah dilakukan di sembilan titik melalui karya bakti TNI.
Efisiensi Belanja dan Alih Anggaran ke Program Prorakyat
Untuk menjaga keberlanjutan program di tengah keterbatasan anggaran, Pemkab Bandung melakukan efisiensi belanja non-prioritas, seperti perjalanan dinas dan rapat-rapat yang tidak mendesak. Dana yang dihemat kemudian dialihkan ke program prorakyat yang lebih langsung dirasakan masyarakat, antara lain:
- Penciptaan 10.000 lapangan kerja
- Insentif bagi guru ngaji
- Program perbaikan permukiman liar (rutilahu)
- Pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan
- Pembangunan infrastruktur dasar lainnya
Harapan Sinergi Antar Pemerintah
Dadang Supriatna berharap sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dapat mempercepat realisasi visi-misi pembangunan Kabupaten Bandung secara menyeluruh. Menurutnya, kolaborasi antar tingkat pemerintah akan membantu mengatasi keterbatasan anggaran dan mempercepat penyelesaian program-program prioritas yang bermanfaat bagi masyarakat.