445 Jemaah Haji Bandung Dilepas, Pemkab Siap Pantau di Tanah Suci
Bupati Bandung Dadang Supriatna melepas 445 calon jemaah haji kloter 24 KJT. Pemkab siap pantau kesehatan, layanan medis, dan kebutuhan jemaah selama di Tanah Suci musim haji 2026.

Pemkab Bandung Lepas 445 Calon Jemaah Haji Kloter 24 KJT
Bupati Bandung Dadang Supriatna melepas sebanyak 445 calon jemaah haji asal Kabupaten Bandung yang tergabung dalam Kloter 24 KJT (Kertajati) pada Sabtu (9/5) siang di Gedung Cendrawasih Lanud Sulaiman, Margahayu, Kabupaten Bandung. Jemaah ini akan berangkat menjalankan ibadah haji tahun 2026 melalui kloter yang dikelola langsung oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan pelepasan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan pusat, beserta perwakilan rombongan jemaah. Kloter Kertajati ini menggunakan Bandara Kertajati sebagai pintu keberangkatan, yang merupakan bandara internasional terbesar di Jawa Barat dan menjadi pilihan utama untuk keberangkatan jemaah haji dari wilayah sekitarnya.
Profil Kloter Jemaah Haji Kabupaten Bandung
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Dadang Supriatna menyampaikan detail demografi dari 445 calon jemaah ini. Jumlah termuda di kloter ini berusia 14 tahun, sedangkan mayoritas jemaah berusia 64 tahun ke atas dan didominasi oleh perempuan. Secara khusus, sekitar 80 orang di antaranya merupakan jemaah lansia, sehingga Dadang menyebut kloter ini sebagai kloter khusus lansia dan perempuan.
Kondisi demografi ini menjadi perhatian tersendiri, karena jemaah lansia dan perempuan membutuhkan perhatian khusus dalam hal layanan kesehatan, dukungan fisik, dan kenyamanan selama perjalanan ke Tanah Suci. Oleh karena itu, pemantauan yang intensif akan sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lancar dan tanpa masalah.
Bantuan Simbolis dan Pesan Bupati
Sebagai bentuk dukungan awal, Bupati Dadang memberikan bantuan uang "kadedeuh" kepada seluruh calon jemaah haji yang secara simbolis diterima oleh pimpinan masing-masing rombongan. Dalam pidatonya, dia meminta para jemaah untuk tidak khawatir selama berada di Tanah Suci, karena Pemerintah Kabupaten Bandung akan terus memantau kondisi mereka secara menyeluruh.
"Insyaallah Pemkab Bandung akan terus memantau kondisi jemaah selama berada di Tanah Suci, termasuk pelayanan kesehatan dan kebutuhan lainnya," ungkapanya.
Dadang menambahkan bahwa pemantauan akan mencakup berbagai aspek, mulai dari ketersediaan layanan medis, kondisi kesehatan jemaah, hingga kebutuhan sehari-hari seperti makanan dan tempat tinggal. Dia juga berharap seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kelancaran selama menjalankan ibadah haji, khususnya saat menjalani puncak ibadah di Arafah yang merupakan momen paling penting dalam rangkaian ibadah haji. Selain itu, Dadang meminta doa agar masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bandung selalu diberikan kesehatan, kesejahteraan, dan kondisi daerah yang kondusif untuk pembangunan.
Perhatian terhadap Penurunan Kuota Haji 2026
Salah satu poin yang disampaikan Bupati Dadang adalah perhatiannya terhadap kuota haji Kabupaten Bandung tahun 2026 yang hanya mencapai 547 orang. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan dengan tahun 2025 yang mencapai sekitar 2.500 orang. Penurunan kuota ini menjadi perhatian utama karena Kabupaten Bandung merupakan salah satu daerah dengan jumlah peminat haji terbesar di Jawa Barat, dengan ribuan orang mendaftarkan diri setiap tahun.
Kebijakan penurunan kuota ini kemungkinan diambil oleh Kementerian Agama untuk membagikan kesempatan haji lebih merata ke seluruh wilayah Indonesia, agar lebih banyak warga dari berbagai daerah bisa menjalankan ibadah haji. Namun, hal ini tentu menjadi tantangan bagi daerah dengan peminat haji yang tinggi seperti Kabupaten Bandung. Dadang menyatakan bahwa ia akan memperjuangkan penambahan kuota haji untuk Kabupaten Bandung di tahun-tahun mendatang, agar lebih banyak warga lokal bisa mendapatkan kesempatan menjalankan ibadah haji. "Mudah-mudahan tahun depan saya akan perjuangkan agar kuota haji Kabupaten Bandung kembali mendapatkan tambahan," tandasnya.
Kehadiran Tamu Penting
Kegiatan pelepasan jemaah haji ini dihadiri oleh sejumlah tamu penting, antara lain Anggota Komisi IX DPR RI Asep Romy Romaya, KH Sofyan Yahya yang merupakan anggota DPRD Kabupaten Bandung, Forkopimda Kabupaten Bandung, serta Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan dari berbagai level pemerintah terhadap pelaksanaan ibadah haji oleh warga Kabupaten Bandung, serta komitmen untuk mendukung kesejahteraan jemaah haji dari daerah ini.
Bacaan Terkait
Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang layanan haji tahun 2026, kamu bisa membaca artikel terkait berikut:
- Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Indonesia di Mekah, Pastikan Jemaah Nyaman Jelang Puncak Haji
- 2,78 Juta Boks Konsumsi Jemaah Haji Tersalurkan