Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

39 Siswa Keracunan MBG di Sukabumi, Dinkes Beberkan Fakta Baru

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Dinkes Kabupaten Sukabumi konfirmasi 39 siswa SDN Bojongkoneng keracunan massal setelah konsumsi susu MBG. Investigasi temukan susu kedaluwarsa, SPPG Cibadak 02 diduga tak laporkan insiden ke Puskesmas.

39 Siswa Keracunan MBG di Sukabumi, Dinkes Beberkan Fakta Baru

Dinkes Kabupaten Sukabumi Umumkan Update Kasus Keracunan Massal

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sukabumi finally angkat bicara terkait kasus dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bojongkoneng, Cibadak. Berdasarkan data terbaru per Kamis (30/7/2026), total 39 siswa menjadi korban setelah menenggak susu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala Dinkes Kabupaten Sukabumi, Masykur Alawi, menyatakan bahwa mayoritas korban kini beristirahat di rumah dengan kondisi stabil. Satu anak yang sempat ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sekarwangi Cibadak juga sudah diperbolehkan pulang setelah kondisinya membaik.


Kronologi Insiden Bermula dari Bantuan MBG

Peristiwa ini terungkap saat paket bantuan program Makan Bergizi Gratis tiba di sekolah pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 08.30 WIB. Para siswa kemudian mengonsumsi susu tersebut pukul 09.00 WIB.

Naas, dalam waktu 40 menit kemudian—tepatnya pukul 09.40 WIB—para siswa mulai merasakan gejala secara bersamaan. Gejala yang dialami meliputi pusing hebat dan mual-mual yang muncul secara massal.

BerdasarkanketeranganMasykurAlawi,para korban langsung ditangani oleh tenaga kesehatan terdekat dan sebagian besar harus menjalani rawat jalan.


Investigasi Temukan Susu Kedaluwarsa

Hasil survei lapangan dan inspeksi sanitasi lingkungan yang dilakukan petugas Dinkes di dapur Nazran SPPG Cibadak 02 membuahkan temuan mengejutkan. Tim investigasi menemukan produk susu yang ternyata sudah kedaluwarsa sejak Juni 2026—artinya susu tersebut sudah expired lebih dari satu bulan sebelum disajikan kepada siswa.

"Hasil survei lapangan menemukan adanya produk susu yang expired. Meski indikasi awal mengarah ke sana, kami belum bisa menyimpulkan secara pasti sebelum hasil uji laboratorium keluar," jelas Masykur.

Tim Dinkes telah mengambil sampel seluruh menu makanan dan minuman yang disajikan pada hari kejadian untuk diperiksa secara komprehensif di laboratorium.


SPPG Cibadak 02 Diduga Tidak Laporkan Insiden

Yang tak kalah mengagetkan, Dinkes menyayangkan sikap pihak Unit Pelaksana Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari dapur Nazran SPPG Cibadak 02 di bawah naungan Yayasan Ulul Albab Fasihah Al Munawaroh.

Pasalnya, pihak penyedia maupun fasilitas kesehatan swasta tempat penanganan awal sempat tidak melaporkan insiden ini secara resmi ke Puskesmas. Korban bahkan sempat dibawa ke bidan swasta terdekat tanpa ada koordinasi dengan pihak berwenang.

"Awalnya tidak ada laporan resmi dari pihak SPPG ke Puskesmas. Korban sempat dibawa ke bidan swasta terdekat," tutur Masykur.


Tim Reaksi Cepat Bentuk Posko Darurat

Dinkes baru mengetahui kabar insiden tersebut pada Selasa malam—berjam-jam setelah kejadian sesungguhnya. Langkah cepat kemudian diambil dengan menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk melakukan investigasi lapangan.

TRC juga membentuk posko darurat di dekat lokasi kejadian untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal dan mencegah kasus serupa terulang.


Implikasi untuk Program Makan Bergizi Gratis

Kasus ini menjadi pertanyaan serius terhadap sistem pengawasan dan kualitas produk dalam program Makan Bergizi Gratis yang digagas pemerintah.滚Progammerupakan program makan gratis yang menyasar jutaan siswa di seluruh Indonesia, termasuk puluhan ribu siswa di Jawa Barat.

Keterlambatan pelaporan oleh pihak SPPG menjadi sorotan utama. Transparansi dan kecepatan pelaporan insiden menjadi krusial untuk memastikan korban mendapat penanganan segera dan data insiden bisa ditindaklanjuti dengan cepat.

Dinkes Kabupaten Sukabumi berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi makanan program MBG, terutama dalam hal:

Hasil uji laboratorium dari sampel makanan dan minuman yang dikonsumsi para korban masih ditunggu untuk memastikan penyebab pasti keracunan massal tersebut.