Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

3,86 Juta Murid SMA se-Indonesia Ikuti TKA 2026 dengan Skala Skor 200-800

Bandung · Oleh ·

TKA 2026 dimulai 26 Oktober, 3.864.195 murid SMA mengikuti asesmen dengan skala skor 200-800 lewat IRT dua parameter. TKA susulan disiapkan bagi daerah terdampak bencana.

3,86 Juta Murid SMA se-Indonesia Ikuti TKA 2026 dengan Skala Skor 200-800

Angka 200-800 menggantikan persentase jawaban benar

Sebanyak 3.864.195 murid jenjang SMA, MA, dan SMK diperkirakan mengikuti asesmen akademik yang dimulai 26 Oktober 2026. Perubahan paling terasa bagi murid ada di lembar hasil. Skor kali ini dilaporkan dalam rentang 200 sampai 800, bukan dalam bentuk persentase jawaban benar seperti asesmen sekolah pada umumnya.

Dua soal sama, kemampuan bisa berbeda

Dasar perubahan itu soal ukuran kemampuan. Dua peserta yang menjawab soal dalam jumlah benar yang sama bisa saja punya tingkat kemampuan berbeda, sebab tingkat kesulitan soal yang mereka kerjakan tidak selalu setara. Karena itu, TKA tahun ini memakai pendekatan Item Response Theory (IRT) dengan model dua parameter, yaitu menghitung tingkat kesukitan dan daya pembeda tiap soal sebelum memperkirakan kemampuan peserta. Jarak antara batas bawah dan batas atas skala 200-800 sendiri mencapai 600 poin, jauh lebih lebar daripada rentang 0-100 yang lazim dipakai di rapor.

Baca Juga: Kesepakatan Damai Geoffrey Rice Kembalikan Rp 48 Miliar ke Lebih dari 1.000 Penyewa Portland

Kronologi dua pekan

Urutan waktunya berjalan began. Sebelum hari pelaksanaan, seluruh peserta menjalankan gladi bersih dengan petunjuk pengerjaan yang sama seperti pada hari ujian. Pada 25 Oktober 2026, di Jakarta, Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Toni Toharudin meminta peserta memahami petunjuk tersebut. Pagi 26 Oktober, asesmen dimulai dan berjalan dalam beberapa gelombang selama dua pekan, sampai sekitar awal November.

Dua moda, satu syarat jaringan

Pelaksanaan TKA memakai dua moda. Pada moda daring, peserta membutuhkan koneksi internet selama ujian berlangsung. Pada moda semi-daring, internet hanya diperlukan untuk sinkronisasi server sekolah dengan server pusat serta mengunduh data ujian, sementara distribusi soal ke komputer peserta berlangsung lewat jaringan lokal di dalam sekolah. Bagi sekolah-sekolah di Kota Bandung dan wilayah Jawa Barat yang memilih moda semi-daring, pekerjaan terberat justru ada di ruang komputer: menyiapkan jaringan lokal yang stabil dan mengondisikan perangkat agar sinkronisasi berjalan mulus.

Baca Juga: Persib Bandung Tumbangkan Garudayaksa 2-1 di Pakansari lewat Gol Penentu Adam Alis di Masa Tambahan

Bandingkan dengan gelombang di bawahnya

Angka 3.864.195 peserta perlu dibaca berdampingan dengan jenjang di bawahnya. Pada gelombang TKA jenjang SD dan MI, jumlah pendaftaran terus melonjak hingga menembus 8,8 juta peserta, seperti kami laporkan dalam pendaftaran TKA SD/MI tembus 8,8 juta peserta. Perbandingan kedua angka perlu dibaca hati-hati, karena yang satu angka pendaftar dan yang satu perkiraan peserta SMA, MA, serta SMK. الممكن benarkah...

Let me continue properly.