Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

3 Ruang Kelas SDN di Majalengka Ambruk Lagi, Akibat Hujan Kencang

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

3 ruang kelas SDN di Majalengka ambruk akibat hujan kencang, menjadi kasus kedua insiden serupa di kabupaten itu sejak Januari 2026. KBM siswa dialihkan ke ruangan lain sementara.

3 Ruang Kelas SDN di Majalengka Ambruk Lagi, Akibat Hujan Kencang

Foto kondisi ruang kelas SDN Mirat III yang ambruk akibat hujan angin kencang

Sebuah insiden baru kerusakan bangunan sekolah terjadi di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, pada akhir April 2026. Tiga ruang kelas SDN Mirat III di Kecamatan Leuwimunding ambruk akibat hujan lebat disertai angin kencang, dan baru ditemukan oleh penjaga sekolah pada pagi hari Jumat, 1 Mei 2026. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tentang kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut, mengingat sudah ada insiden serupa beberapa bulan sebelumnya.

Kronologi dan Penyebab Insiden

Menurut Kepala SDN Mirat III Ati Nurhayati, laporan kerusakan datang melalui telepon dari penjaga sekolah tepat setelah salat Subuh.

"Tadi pagi, setelah salat Subuh ditelepon penjaga sekolah. 'Ibu ini gimana, sekolah ambruk,'" kata Ati menirukan ucapan penjaga sekolah saat ditemui di lokasi.

Setelah menerima laporan, Ati segera menuju lokasi dan menemukan tiga ruang kelas sudah tidak berbentuk, dengan genteng atap yang berhamburan di lantai. Dia menjelaskan bahwa pada malam sebelumnya, wilayah itu mengalami hujan lebat disertai angin kencang mulai pukul 7 malam hingga sekitar pukul 2 dini hari. "Sampai malam, sekitar jam 2 masih hujan. Paginya diketahui sudah ambruk. Bangunan belum terlalu tua sih, terakhir direhab tahun 2022," kata dia. Ati menambahkan bahwa tidak ada tanda-tanda kerusakan sebelumnya sebelum kejadian, yang membuat insiden ini semakin mengejutkan.

Dampak Insiden dan Penanganan Sementara

Kerusakan tiga ruang kelas ini memaksa sekolah untuk mengalihkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) ke ruangan lain. Setiap ruangan yang ambruk menampung satu kelas tingkat dasar, dengan detail siswa sebagai berikut:

Sementara itu, proses belajar mengajar sementara akan dilaksanakan di musala, perpustakaan, dan ruangan IT sekolah. Ati menjelaskan bahwa peralatan belajar, termasuk meja, kursi, lemari, dan buku-buku milik siswa di ruangan yang ambruk, kemungkinan besar telah rusak akibat runtuhnya bangunan. Kepala sekolah telah melaporkan insiden ini ke Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Insiden Serupa di Majalengka Tahun 2026

Insiden ini bukan yang pertama terjadi di Kabupaten Majalengka pada tahun 2026. Sejak Januari 2026, setidaknya sudah ada satu insiden serupa di mana tiga ruang kelas SDN Andir II di Kecamatan Jatiwangi ambruk. Hingga saat ini, belum ada tindakan penanganan yang terlihat dari pihak berwenang terhadap lokasi sekolah tersebut, yang menambah kekhawatiran tentang kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah ini.

Analisis dan Tantangan Infrastruktur Sekolah

Meskipun penyebab utama insiden ini diduga adalah hujan lebat dan angin kencang yang ekstrem, kejadian berulangnya kerusakan bangunan sekolah di Majalengka menimbulkan beberapa pertanyaan penting. Bangunan SDN Mirat III sendiri baru direnovasi pada tahun 2022, yang menambah keraguan tentang apakah ada masalah struktural lain yang tidak terdeteksi sebelum kejadian. Selain itu, kurangnya tindakan penanganan terhadap insiden Januari 2026 juga menimbulkan pertanyaan tentang tingkat perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi bangunan sekolah yang aman dan layak pakai. Kejadian ini juga menekankan pentingnya inspeksi rutin dan perawatan infrastruktur pendidikan untuk mencegah insiden serupa yang dapat membahayakan siswa dan staf sekolah.