3 Faktor Utama Garut Bidik Posisi Sentra Ekonomi Syariah di Jawa Barat
Garut bidik posisi sentra ekonomi syariah di Jawa Barat melalui program EPIKS, manfaatkan potensi 10 juta aktivis Persis dan ribuan pondok pesantren.

Garut Dorong Ekonomi Syariah sebagai Motor Penggerak Kesejahteraan Rakyat
Garut tengah mempersiapkan diri untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Jawa Barat. Langkah ini diinisiasi melalui program School of Syariah dan Implementasi Program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) yang berlangsung di Institut Agama Islam (IAI) Persis.
Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana menekankan pentingnya pembangunan ekonomi dan keuangan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
"Pembangunan ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran yang sangat penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," tegas Nurdin.
Potensi Ekonomi Syariah Garut yang Belum Tergarap Optimal
Garut memiliki segudang potensi yang menjadikannya kandidat kuat sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah di Jawa Barat. Berikut faktor-faktor utama yang mendukung:
- Sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah
- Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terus berkembang
- Ribuan pondok pesantren dengan jaringan komunitas keagamaan yang solid
- Komitmen kuat tokoh agama dalam pengembangan ekonomi umat
Kolaborasi Strategis OJK dan KNEKS Kembangkan Ekosistem Keuangan Syariah
Program EPIKS merupakan wujud kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS). Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan pusat-pusat keuangan syariah berbasis ekosistem.
Kepala Departemen Literasi dan Inklusi Keuangan OJK M Ismail Riyadi menyatakan bahwa literasi keuangan bertujuan membangun pengetahuan, pemahaman, dan keyakinan masyarakat dalam mengelola keuangan.
"Program ini menghadirkan kolaborasi untuk mengembangkan keuangan syariah, dan mengapa ekonomi keuangan syariah di Indonesia ini memang harus terus didorong untuk lebih luas lagi," jelas Ismail.
Peran Tokoh Agama sebagai Garda Terdepan Literasi Keuangan
Keberhasilan pengembangan keuangan syariah di Garut sangat bergantung pada peran tokoh agama. Basis keagamaan yang kuat di Kabupaten Garut menjadikannya lokasi strategis untuk program edukasi keuangan berbasis prinsip syariah.
"Basis agama sangat kuat di Kabupaten Garut, sehingga tokoh agama memiliki peran strategis dalam kerangka memperkuat literasi dan inklusi keuangan," papar Nurdin.
Ekspansi Layanan Perbankan Syariah hingga Tingkat Desa
Salah satu fokus utama adalah memperluas akses layanan keuangan formal hingga ke tingkat desa. Strategi yang ditempuh meliputi pengembangan agen laku pandai sebagai layanan keuangan tanpa kantor.
Langkah ini diharapkan dapat:
- Membuka akses keuangan bagi masyarakat di daerah terpencil
- Memperkuat literasi keuangan berbasis prinsip syariah
- Meningkatkan kapasitas ekonomi masyarakat dalam mengembangkan usaha
Potensi 10 Juta Aktivis Persis jadi Penggerak Ekonomi Umat
Haris Muslim, Sekretaris Umum PP Persatuan Islam, mengungkapkan potensi ekonomi yang luar biasa dari jaringan organisasi Islam.
"Anggota atau aktivis yang ikut aktif terlibat dalam kegiatan Persatuan Islam tidak kurang dari 10 juta orang, ini sejatinya menjadi potensi ekonomi yang luar biasa," terang Haris.
Prospek Masa Depan Ekonomi Syariah Garut
Dengan segala potensi dan dukungan yang ada, Garut memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi pusat ekonomi Islam di Jawa Barat. Diperlukan langkah nyata seperti:
- Penguatan infrastruktur keuangan di tingkat grassroots
- Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor keuangan Islam
- Kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, OJK, KNEKS, dan komunitas keagamaan
- Penciptaan iklim usaha yang mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis nilai-nilai Islam
Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi rakyat secara inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan prinsip keuangan yang berkeadilan.