Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

21 SMP Cianjur Terapkan SPMB 2026 Daring dengan Perubahan Penilaian Prestasi

Jabar · Oleh Nayla Putri ·

Dinas Pendidikan Cianjur mencatat 21 SMP menerapkan pendaftaran SPMB 2026 secara daring, dengan perubahan komponen penilaian jalur prestasi dan imbauan menghindari hari pertama pendaftaran.

21 SMP Cianjur Terapkan SPMB 2026 Daring dengan Perubahan Penilaian Prestasi

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengkonfirmasi bahwa 21 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayahnya telah meluncurkan sistem pendaftaran daring untuk pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB 2026). Kebijakan ini bertujuan untuk memudahkan calon siswa dan orang tua dalam mengikuti proses pendaftaran tanpa harus datang langsung ke lokasi sekolah.

Jadwal Pelaksanaan dan Sosialisasi SPMB 2026

Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur, Ipan Sopandi, menjelaskan bahwa sosialisasi terkait SPMB telah dimulai sejak akhir Mei 2026, dengan jadwal pembukaan pendaftaran yang berlangsung selama 9 hari, yaitu dari 17 hingga 25 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh satuan pendidikan SMP untuk menyebarkan informasi pendaftaran secara luas, termasuk memberikan imbauan agar calon siswa dan orang tua memanfaatkan waktu pendaftaran yang fleksibel agar terhindar dari kepadatan akses.

"Kami imbau agar calon siswa dan orang tua tidak terburu-buru mendaftar pada hari pertama pembukaan, karena hal ini dapat menyebabkan kepadatan akses dan gangguan pada server pendaftaran di masing-masing sekolah," ujar Ipan saat diwawancarai di Cianjur, Rabu.

Dengan sistem pendaftaran daring ini, calon siswa dapat mengisi formulir pendaftaran dari rumah melalui ponsel atau laptop milik orang tua, tanpa perlu datang ke sekolah untuk melakukan pendaftaran langsung.

Perubahan Komponen Penilaian Jalur Prestasi

Salah satu perubahan signifikan yang diperkenalkan dalam SPMB 2026 ini adalah penyesuaian komponen penilaian untuk jalur prestasi. Sebelumnya, jalur prestasi memiliki bobot 30 persen tanpa memasukkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA). Namun, tahun ini, TKA akan diperhitungkan sebagai salah satu indikator seleksi dengan bobot 15 persen, ditambahkan dengan nilai rapor semester terakhir yang juga memiliki bobot 15 persen. Meskipun total bobot jalur prestasi tetap sama sebanyak 30 persen, penambahan TKA diharapkan dapat membuat proses seleksi lebih komprehensif.

Selain jalur prestasi, jalur penerimaan calon siswa lainnya tetap sama dengan tahun sebelumnya, yaitu:

Prediksi Lonjakan Pendaftar dan Alternatif Jika Tidak Diterima

Ipan Sopandi juga memprediksi bahwa akan terjadi lonjakan jumlah pendaftar setiap tahunnya, terutama di SMP Negeri yang dianggap favorit di wilayah Cianjur. Namun, ia menegaskan bahwa seluruh sekolah harus berpedoman pada kuota penerimaan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat untuk menghindari pelanggaran aturan.

Bagi calon peserta didik yang tidak diterima di sekolah tujuan, ia menyarankan untuk mendaftar ke SMP Negeri lain yang masih memiliki kuota tersisa, atau mempertimbangkan sekolah swasta di sekitar tempat tinggalnya sebagai alternatif.

Dengan penerapan sistem pendaftaran daring dan penyesuaian komponen penilaian, Disdikpora Cianjur berharap bahwa proses SPMB 2026 dapat berjalan lebih lancar, efisien, dan adil bagi seluruh calon siswa di wilayah Kabupaten Cianjur.