2 Petugas Damkar Tasikmalaya Terluka Saat Padamkan Kebakaran Gudang Rongsokan Dekat Jalur Listrik Tinggi
Kebakaran gudang rongsokan di Tasikmalaya melukai 2 petugas damkar saat memadamkan api dekat jaringan listrik tegangan tinggi. Penyebab masih diselidiki.

Dua petugas pemadam kebakaran di Kota Tasikmalaya mendapat perawatan medis darurat setelah berjibaku memadamkan kebakaran gudang rongsokan di Kampung Sambong PLN, Kecamatan Mangkubumi, Selasa (4/8/2026) malam. Satu petugas alami sesak napas akibat kepulan asap tebal, petugas lainnya terluka karena pecahan kaca.
Gudang yang hangus terbakar itu berdampingan langsung dengan jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). PLN mengambil langkah sigap memadamkan aliran listrik di kawasan itu sebelum proses pemadaman dimulai. Kepala BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, menyebut keputusan itu sebagai upaya menjaga keselamatan petugas di lapangan sekaligus menghindari risiko gangguan transmisi yang bisa berdampak ke wilayah Jawa Barat.
"Listrik ini suplay untuk wilayah Jawa Barat. Tadi juga PLN sudah memeriksa," jelas Budi. Penanganan darurat melibatkan tujuh unit armada dan sekitar 30 personel gabungan. Kobaran api berhasil dikuasai setelah lebih dari dua jam beroperasi.
Baca Juga: Satpol PP Bongkar 645 Bangunan Liar di Bandung dalam Tujuh Bulan, Trotoar Kembali untuk Pejalan Kaki
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka dari warga sekitar. Namun atap gudang ambruk dan satu unit mobil di dalam gudang hangus terbakar. Kerugian material masih dihitung.
Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki oleh Kepolisian Resor Tasikmalaya Kota. Deteksi awal mengarah pada korsleting listrik. Warga di sekitar lokasi, termasuk Ajeng Mutiara, menyebut gudang tersebut dipenuhi material mudah terbakar seperti kardus, plastik, dan barang rongsok lainnya.
Ilyas M. Kahendra, warga Kecamatan Cihideung, bercerita dirinya tertarik赶往 lokasi setelah melihat asap hitam membumbung tinggi seusai azan Magrib. "Dahsyatnya api terlihat dari luar kecamatan," kata dia. Hingga pukul 21.00 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan di area puing.
Insiden ini menambah daftar kebakaran yang melibatkan gudang penyimpanan material mudah terbakar di Jawa Barat. Sebelumnya, gudang sepatu di Gedebage, Bandung, juga mengalami nasib serupa dengan skala lebih besar yang membutuhkan sembilan armada damkar untuk menjinakkan api.