2 Kali Mangkir, ASN Bakesbangpol Cimahi Diduga Tipu Warga Modus Loker
Oknum ASN Bakesbangpol Cimahi diduga tipu warga modus loker. Kepala instansi telah memanggilnya dua kali tapi ia mangkir, dan akan dihadapkan konsekuensi hukum dan tindakan disiplin.

Kasus Viral: Oknum ASN Bakesbangpol Cimahi Mangkir 2 Kali Setelah Diduga Tipu Warga Modus Loker
Kasus dugaan penipuan modus loker oleh oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Cimahi tengah viral di media sosial. Apa yang membuat kasus ini semakin menarik perhatian adalah oknum yang bersangkutan diduga telah menghindari dua kali pemanggilan resmi dari kepala instansinya terkait dugaan penipuan.
Kasus ini pertama kali terungkap melalui unggahan akun Instagram berlabel centang biru @kangparkir404 pada Kamis, 19 Februari 2026. Menurut informasi yang disebarkan melalui unggahan tersebut, oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Bakesbangpol Cimahi dituduh menawarkan pekerjaan kepada sejumlah orang dengan meminta uang pelicin sebagai syarat. Korban mengeluhkan bahwa mereka tidak menerima pekerjaan yang dijanjikan sesuai kesepakatan, dan uang yang telah mereka serahkan tidak dapat dikembalikan.
Detail Dugaan Penipuan dan Respons Kepala Instansi
Kepala Bakesbangpol Cimahi, Sugeng Budiono, mengkonfirmasi adanya laporan pengaduan masyarakat terkait dugaan penipuan yang dilakukan oleh bawahannya tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan mengenai penipuan modus loker, namun hingga saat ini belum memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan oknum ASN yang bersangkutan.
"Sesuai pengaduan dari masyarakat, terkait penipuan. Informasinya dugaan lowongan pekerjaan, hanya saja kita belum bertemu langsung dengan oknum ASN tadi sampai sekarang," kata Sugeng dalam wawancara pada Minggu, 22 Februari 2026.
Proses Pemanggilan yang Gagal Dua Kali
Sugeng mengungkapkan bahwa ia telah melakukan dua kali pemanggilan resmi terhadap oknum yang bersangkutan untuk melakukan pemeriksaan terkait dugaan penipuan ini:
- Pemanggilan pertama dilakukan dengan memberikan toleransi waktu 7 hari, namun oknum yang bersangkutan tidak datang ke kantor untuk menjalani pemeriksaan.
- Pada pemanggilan kedua, Sugeng sendiri telah mengajak pertemuan dengan oknum tersebut lebih dari 5 kali, tetapi ia terus-menerus mangkir dan tidak menunjukkan diri ke kantor atau tempat pertemuan yang telah ditentukan.
Hal ini membuat proses pemeriksaan terhambat, dan menimbulkan pertanyaan tentang tingkat kepatuhan aparatur sipil negara terhadap perintah dari atasan.
Tindakan yang Akan Diambil Terhadap Oknum Tersebut
Kepala instansi menegaskan bahwa oknum yang bersangkutan akan menghadapi konsekuensi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku, serta akan dikenakan tindakan disiplin sesuai ketentuan kepegawaian.
"Ya sekarang sedang proses untuk penjatuhan disiplin. Jadi nanti akan di BAP oleh inabsensia, jadi proses tetap berjalan. Terhitung beberapa bulan lalu masih ada absen, cuma enggak hadir langsung ke kantor," tandas Sugeng. Ia menambahkan bahwa proses penanganan kasus ini akan berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan, dan tidak akan ada perlindungan khusus untuk oknum yang bersangkutan.
Dampak Kasus Terhadap Kepercayaan Masyarakat
Kasus ini menimbulkan kekhawatiran mengenai tingkat integritas aparatur sipil negara di Kota Cimahi, terutama karena oknum yang bersangkutan menggunakan jabatan di lembaga pemerintah untuk melakukan penipuan. Hal ini juga dapat mengikis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah jika tidak ditangani dengan cepat dan transparan.
"Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam menerima tawaran pekerjaan, terutama yang meminta uang pelicin atau biaya administrasi yang tidak jelas. Semua tawaran pekerjaan yang sah biasanya tidak meminta uang upfront sebelum calon pekerja menerima pekerjaan," ujar seorang ahli keamanan informasi yang tidak ingin disebut namanya.
Masyarakat diimbau untuk melaporkan setiap dugaan penipuan yang mereka alami ke pihak berwenang, seperti kepolisian atau instansi terkait, untuk mencegah penyebaran penipuan yang lebih luas.