Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

1.700 Kopi di Bandung Disasar Dorong Pertanian 36 Ribu Hektare Berdaya Saing

Bandung · Oleh ·

Sekitar 1.700 koprasi di Kabupaten Bandung disasar penguatan agar mampu menggerakkan ekonomi 36 ribu hektare lahan pertanian dan peternakan di wilayah ini

1.700 Kopi di Bandung Disasar Dorong Pertanian 36 Ribu Hektare Berdaya Saing

Sekitar 36 ribu hektare lahan pertanian di Kabupaten Bandung bakal merasakan dampak langsung dari penguatan Koprasi yang digagas pemerintah daerah. Wilayah ini selama ini menjadi salah satu sentra produksi pangan utama di Jawa Barat.

Data Dinas Koprasi UMKM Kabupaten Bandung mencatat potensi besar untuk dikembangkan. Sekitar 1.700 koprasi tersebar di wilayah ini, dengan lebih dari 1.000 di antaranya masih aktif bergerak di berbagai bidang usaha.

"Kami ingin memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Koprasi agar koprasi di Kabupaten Bandung semakin mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pertanian dan peternakan," kata Bupati Bandung Dadang Supriatna.

Baca Juga: D-STAR 2026 Sediakan Beasiswa Utama Rp30 Juta untuk Mahasiswi Riset Kesehatan

Pertemuan dengan Kementerian Koprasi menjadi bagian dari menyelaraskan program pengembangan koprasi di daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Pemerintah daerah berharap koordinasi ini membuat implementasi program lebih efektif dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dadang menjelaskan koprasi memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai usaha masyarakat. Mulai dari penyediaan sarana produksi, akses pembiayaan, pengolahan hasil pertanian, hingga perluasan jaringan pemasaran.

"Kami terus mendorong koprasi bertransformasi menjadi lembaga ekonomi yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya," katanya.

Baca Juga: Tujuh Tersangka Curanmor Pakai Angkot Mengincar Kendaraan di Lokasi Sepi

Dengan penguatan sinergi itu, Pemerintah Kabupaten Bandung menargetkan koprasi mampu menjadi pusat pengembangan usaha masyarakat yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Kolaborasi ini diharapkan memperluas akses pembiayaan dan pemasaran bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM di Kabupaten Bandung.

Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia di wilayah ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan ekonomi ke depan. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat jadi kunci dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.