Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

17 Pemuda Bawa Parang Diamankan di Mekarwangi Bandung Selama Ramadhan

Bandung · Oleh Nayla Putri · · Diperbarui 2 Maret 2026

Polrestabes Bandung menangkap 17 pemuda yang membawa parang saat patroli di Mekarwangi, Kota Bandung selama bulan Ramadhan. Polisi tegas larang aktivitas kekerasan dan imbau orang tua awasi anak.

17 Pemuda Bawa Parang Diamankan di Mekarwangi Bandung Selama Ramadhan

Insiden Penangkapan di Kawasan Mekarwangi

Pada Selasa dini hari, Tim Prabu Presisi Lodaya Polrestabes Bandung melaksanakan patroli rutin di wilayah hukum Polsek Bojongloa Kidul, guna memantau keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang waktu sahur selama bulan Ramadhan. Saat melewati kawasan Mekarwangi, anggota tim mendapati sekelompok pemuda yang terlihat mencurigakan. Saat dihampiri oleh petugas untuk melakukan pemeriksaan, kelompok tersebut tiba-tiba berusaha melarikan diri. Hal ini memicu pengejaran yang berakhir dengan pengamanan 17 orang dari kelompok tersebut. Salah satu anggota kelompok berhasil lolos dari tangan polisi dan masih dalam pencarian. Selama pemeriksaan awal di lokasi kejadian, petugas berhasil menyita dua bilah senjata tajam jenis parang. Namun tidak ditemukan barang bukti tambahan seperti narkotika, obat-obatan terlarang, maupun minuman keras yang bisa mengindikasikan aktivitas ilegal lain di luar pembawaan senjata tajam. Semua tahanan yang berhasil diamankan langsung dibawa ke Mapolrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, guna mengungkap motif dan tujuan kelompok tersebut berkumpul pada dini hari dengan membawa senjata tajam.

Profil Tahanan yang Diamankan

Kabag Ops Polrestabes Bandung AKBP Asep Saepudin menjelaskan detail mengenai tahanan yang berhasil diamankan. Menurutnya, mayoritas tahanan masih berstatus pelajar dan remaja, dengan rentang usia yang bervariasi. Sebagian besar tahanan berasal dari kawasan Cibaduyut dan Sayuran, dua wilayah yang terletak di sekitar Kota Bandung. Selain pelajar, terdapat juga sejumlah alumni sekolah dan satu orang yang sudah bekerja di berbagai sektor.

"Kami masih mendalami tujuan kelompok tersebut berkumpul pada dini hari dengan membawa senjata tajam, untuk mengetahui apakah ada rencana aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama menjelang bulan Ramadhan," ujar Asep dalam konfirmasi kepada awak media.

Peringatan dan Imbauan Kepolisian

Dalam pernyataan resminya, Asep menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menolerir aktivitas yang dapat memicu ketertiban umum seperti balapan liar, perang sarung, maupun aksi kekerasan jalanan. Menurutnya, jenis aktivitas ini biasanya mengalami peningkatan selama bulan Ramadhan, terutama pada malam dan dini hari sebelum waktu sahur. Ia juga menambahkan bahwa komunitas atau kelompok mana pun dilarang menggelar kegiatan sahur on the road tanpa koordinasi yang jelas dengan pihak berwenang. Menurutnya, kegiatan semacam ini berpotensi memicu gesekan antarkelompok dan mengganggu keamanan masyarakat. Selain memberikan peringatan kepada publik, polisi juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anaknya, khususnya pada malam hingga dini hari selama bulan Ramadhan. Hal ini dilakukan guna mencegah anak terlibat dalam aktivitas ilegal atau berbahaya.

Konteks Keamanan Selama Ramadhan

Kejadian penangkapan 17 pemuda di kawasan Mekarwangi ini terjadi saat masyarakat Indonesia sedang mempersiapkan diri menyambut bulan suci Ramadhan. Selama bulan ini, keamanan dan ketertiban umum menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak, termasuk kepolisian. Selain patroli rutin, kepolisian juga akan meningkatkan operasi keamanan di berbagai wilayah Kota Bandung untuk mencegah aktivitas ilegal yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat selama bulan suci. Selain itu, polisi juga akan bekerja sama dengan instansi lain untuk memastikan bahwa masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan aman dan nyaman.