Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

1.500 Pesepeda Ramaikan Hari Bumi di Bandung: Gowes Massal untuk Mobilitas Berkelanjutan

Bandung · Oleh Fikri Ramadhan ·

Kegiatan bersepeda massal 1.500 peserta di Balai Kota Bandung peringati Hari Bumi 2026, membawa pesan mobilitas berkelanjutan dan kampanye ramah lingkungan, serta membahas tantangan infrastruktur sepeda di kota.

1.500 Pesepeda Ramaikan Hari Bumi di Bandung: Gowes Massal untuk Mobilitas Berkelanjutan

Sabtu, 25 April 2026, Balai Kota Bandung akan menjadi titik berkumpulnya 1.500 pesepeda dari berbagai usia dan latar belakang untuk merayakan Hari Bumi melalui kegiatan bersepeda massal yang dihelat oleh Komunitas Bandung On Bike. Acara ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga menjadi wadah kampanye gaya hidup ramah lingkungan dan promosi mobilitas berkelanjutan di tengah kota.

Tujuan dan Konsep Kegiatan

Ketua Pelaksana Bandung On Bike, Saiful Rahman, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya mendorong masyarakat untuk menjadikan sepeda sebagai moda transportasi sehari-hari.

"Ini bukan hanya perayaan Hari Bumi, tapi juga bentuk edukasi publik soal mobilitas berkelanjutan," ujar Saiful pada Sabtu, 18 April 2026.

Peserta akan dibagi menjadi dua kategori utama:

Khusus untuk peserta City Tour, panitia menyiapkan agenda aksi bersih-bersih di sejumlah titik sebagai bagian dari kampanye kepedulian terhadap lingkungan. Rute pasti akan diumumkan H-2 sebelum acara sebagai kejutan bagi para peserta.

Kegiatan Ramah Semua Kalangan

Acara ini dirancang untuk menyambut semua lapisan masyarakat, termasuk:

Untuk menjaga kelancaran acara, panitia membatasi kuota peserta: 100 orang untuk rute City Adventure dan 150 orang untuk rute City Tour. Pelepasan peserta akan dilakukan secara bertahap untuk menghindari kepadatan lalu lintas. Panitia juga mengingatkan seluruh peserta untuk mematuhi aturan berkendara di jalan raya, seperti berhenti saat lampu merah dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.

Upaya Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

Sebagai bagian dari komitmen terhadap lingkungan, panitia menerapkan konsep zero waste selama acara. Mereka menggandeng beberapa komunitas dan organisasi untuk menangani sampah dengan baik:

Dengan skema ini, panitia menargetkan tidak ada sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Tantangan Infrastruktur Sepeda di Kota Bandung

Selain acara bersepeda, kegiatan ini juga menjadi ajang untuk membahas tantangan dalam pengembangan infrastruktur sepeda di Kota Bandung. Ketua Bike to Work Bandung, Andi, menyoroti masalah yang masih dialami:

"Masih banyak jalur sepeda yang rusak, hilang, bahkan digunakan untuk parkir liar. Ini yang perlu jadi perhatian serius," ujar Andi.

Ia menambahkan bahwa meskipun Kota Bandung telah menerapkan Peraturan Wali Kota Nomor 47 Tahun 2022 tentang jalur sepeda, kondisi di lapangan belum sepenuhnya ideal. Meskipun budaya bersepeda di Bandung cukup kuat dan tingkat toleransi antar pengguna jalan relatif baik dibandingkan kota besar lainnya, peningkatan kualitas infrastruktur tetap dibutuhkan, termasuk integrasi dengan transportasi umum seperti shelter sepeda yang aman di stasiun BRT.

"Kami berharap ke depan ada shelter sepeda yang terintegrasi dengan transportasi umum, sehingga masyarakat lebih mudah beralih ke transportasi ramah lingkungan," tandas Andi.

Kegiatan bersepeda massal Hari Bumi 2026 di Bandung ini tidak hanya menjadi ajang rekreasi bersama, tetapi juga menjadi suara advokasi untuk lingkungan yang lebih baik dan mobilitas berkelanjutan di kota. Dengan partisipasi ribuan peserta, diharapkan acara ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup ramah lingkungan dan mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan infrastruktur sepeda di Kota Bandung.