Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

150 Instalasi BiodiverCity Angkat Kehidupan Satwa di Perkotaan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 4 Agustus 2026

Pameran BiodiverCity di Bandung hadirkan 150 instalasi daur ulang yang menggambarkan biodiversitas perkotaan, dari tanaman hingga reptil, untuk edukasi masyarakat.

150 Instalasi BiodiverCity Angkat Kehidupan Satwa di Perkotaan

Pendekatan Baru Menjaga Biodiversitas Perkotaan

Keanekaragaman hayati selama ini kerap dikaitkan dengan kawasan hutan, pegunungan, atau area konservasi. Namun, berbagai jenis tumbuhan dan satwa juga hidup berdampingan dengan aktivitas manusia di kawasan perkotaan. Kesadaran mengenai pentingnya biodiversitas perkotaan menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam pameran instalasi bertajuk BiodiverCity.

Melalui pendekatan kreatif, masyarakat diajak melihat kembali peran lingkungan hidup yang sering kali luput dari perhatian di tengah perkembangan kota yang semakin pesat.

Baca Juga: Staf Administrasi RSUD Dr. Soekardjo Diduga Hina Pasien BPJS yang Sempat Keluhkan Waktu Tunggu 8 Jam

150 Karya Instalasi dari Material Daur Ulang

Pameran yang diselenggarakan oleh Yayasan KEHATI bersama Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari tersebut menghadirkan 150 karya instalasi yang terinspirasi dari hasil riset mengenai keanekaragaman hayati perkotaan. Sebagian besar karya dibuat menggunakan material daur ulang seperti:

"Ini yang pertama di Indonesia oleh Yayasan KEHATI. Biasanya fokusnya di hutan, mangrove, atau bambu. Kali ini yang menjadi perhatian adalah kota," kata Ramalis Sobandi, Founder Yayasan Pilar Tunas Nusa Lestari.

Lima Kelompok Biodiversitas dalam Pameran

Karya-karya yang dipamerkan menggambarkan lima kelompok keanekaragaman hayati yang hidup di lingkungan perkotaan:

Baca Juga: Dukcapil: 34,7 Juta Penduduk Indonesia Berzodiak Cancer, Terbanyak dari Semua Zodiak

  1. Tanaman -- berbagai jenis flora urban
  2. Serangga -- keanekaragaman insecta di kota
  3. Burung -- spesies avian perkotaan
  4. Amfibi -- katak dan jenis amfibi lainnya
  5. Reptil -- berbagai jenis reptilia kota

Partisipasi Generasi Muda untuk Kesadaran Lingkungan

Tidak hanya melibatkan seniman dan komunitas lingkungan, pameran juga mengajak pelajar dari berbagai jenjang pendidikan untuk berpartisipasi. Siswa sekolah dasar membuat instalasi kupu-kupu, sementara pelajar tingkat menengah menghadirkan karya bertema serangga dan burung perkotaan.

Ramalis menilai keterlibatan generasi muda penting untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini.

"Kalau mereka berubah, berkurang, atau bahkan hilang, itu tandanya alam sedang tidak baik-baik saja," harapnya.

Program Restorasi Biodiversitas Perkotaan

BiodiverCity merupakan bagian dari program restorasi keanekaragaman hayati perkotaan yang mulai dijalankan sejak pertengahan 2025. Program tersebut berangkat dari hasil riset biodiversitas yang melibatkan masyarakat melalui pendekatan citizen science.

Menurut Christian Natalie, Manager Program Kehutanan Yayasan KEHATI, keberadaan biodiversitas di kawasan perkotaan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Sayangnya, keberadaannya sering kali kurang mendapat perhatian dibandingkan isu lingkungan lainnya.

"Banyak orang menganggap kota hanya milik manusia. Padahal sebelum kota berkembang, berbagai spesies tumbuhan dan satwa telah lebih dahulu hidup di ruang yang sama. Jika biodiversitas terus terdesak, pada akhirnya manusia juga yang akan kehilangan kualitas hidupnya," tutur Natalie.

Langkah Sederhana untuk Menjaga Lingkungan Kota

Diharapkan pameran ini dapat mendorong masyarakat untuk mulai mengambil langkah sederhana dalam menjaga lingkungan, seperti:

Melalui program Urban Biodiversity, kedua yayasan terus mendorong pemulihan keanekaragaman hayati di kawasan perkotaan. Sejak 2024, program tersebut telah melibatkan puluhan lembaga, ribuan peserta, serta penanaman ribuan pohon dan tanaman sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kota yang lebih sehat dan berkelanjutan.