15 Kampus di Bandung Raya Suarakan Tiga Tuntutan Rez
Ratusan mahasiswa dari 15 kampus di Bandung Raya gelar aksi di Gedung DPRD Jawa Barat, tuntut reformasi pendidikan, evaluasi MBG, dan tolak keterlibatan TNI-Polri di ranah sipil.

Sebanyak 15 perguruan tinggi di Bandung Raya melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Senin (15/6/2026). Mahasiswa menyampaikan tiga tuntutan utama, mulai dari reformasi pendidikan, evaluasi Program Makan Bergizi Gratis, hingga penolakan keterlibatan TNI-Polri di ranah sipil.
Puluhan Kampus Bergerak, Massa Penuhi Depan Gedung DPRD
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Bandung Raya memadati kawasan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, sejak pukul 15.00 WIB. Aksi yang diinisiasi oleh BEM Nusantara Jawa Barat ini berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.
Massa aksi membawa bendera organisasi, spanduk, dan poster bertuliskan berbagai kritik terhadap kebijakan pemerintah. Para peserta menyampaikan orasi secara bergantian dari atas mobil komando yang disiapkan di lokasi.
Tiga Tuntutan Utama yang Disuarakan
Kordinator Lapangan dari perwakilan Kampus Unisba, Ferry Anwar, menyebutkan bahwa aksi ini merupakan hasil konsolidasi sejumlah organisasi mahasiswa di Jawa Barat yang menghasilkan tiga tuntutan utama.
Tuntutan pertama adalah revolusi pendidikan yang menyentuh langsung struktur dan kebijakan di sektor tersebut.
>
Tuntutan kedua, evaluasi dan penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap perlu ditinjau ulang.
>
Tuntutan ketiga, pencabutan regulasi yang dinilai membuka ruang keterlibatan TNI dan Polri dalam ranah sipil.
"Tiga tuntutan ini merupakan kesepakatan bersama dari berbagai elemen mahasiswa yang telah melakukan proses konsolidasi," tegas Ferry saat dikonfirmasi di lokasi aksi.
Sorotan Terhadap Kondisi Ekonomi Nasional
Selain isu pendidikan dan program MBG, mahasiswa juga menyoroti kondisi ekonomi nasional yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan. Ferry menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi global turut berdampak terhadap kondisi dalam negeri sehingga memerlukan langkah konkret dari pemerintah.
"Kondisi ekonomi saat ini juga menjadi perhatian kami karena belum terlihat solusi yang konkret dari pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik," katanya dalam orasi.
Cakupan Partisipasi dan Kritik Terhadap Pemerintahan
Aksi tersebut diikuti mahasiswa dari sekitar 15 perguruan tinggi di Jawa Barat, di antaranya Unisba, ISBI, UTD, dan Digitech. Sejumlah organisasi kemahasiswaan eksternal juga turut bergabung dalam demonstrasi besar ini.
Dalam orasinya, massa aksi turut menyampaikan kritik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Mereka menilai sejumlah persoalan yang terjadi saat ini perlu mendapat perhatian dan evaluasi dari pemerintah.
Aksi Masih Berlangsung hingga Malam
Hingga berita ini ditulis, aksi unjuk rasa masih berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat. Massa tetap bertahan di lokasi sambil menyampaikan aspirasi secara bergantian melalui mimbar bebas yang telah disiapkan.
Aksi ini menjadi gelombang keempat dari serangkaian demonstrasi yang dilakukan mahasiswa di berbagai kota besar Indonesia dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir, mencerminkan kekhawatiran berbagai kalangan terhadap arah kebijakan pemerintah saat ini.