Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

15 Juta Penumpang: Kereta Cepat Whoosh Ubah Mobilitas Komuter Jakarta-Bandung

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Direktur Utama KCIC mengungkapkan Kereta Cepat Whoosh telah mengangkut 15 juta penumpang sejak Oktober 2023, mengubah mobilitas Jakarta-Bandung dari antarkota menjadi komuter harian dengan waktu tempuh 25-48 menit.

15 Juta Penumpang: Kereta Cepat Whoosh Ubah Mobilitas Komuter Jakarta-Bandung

Jakarta, 29 April 2026 – Kereta Cepat Whoosh telah mencapai pencapaian signifikan dalam melayani masyarakat Indonesia, terutama rute Jakarta-Bandung. Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, mengungkapkan bahwa sejak mulai operasi komersial (COD) pada Oktober 2023, kereta cepat ini telah mengangkut sebanyak 15 juta penumpang hingga akhir April 2026.

Kutipan Dwiyana disampaikan dalam gelaran China-Indonesia Friendship Stories Exchange Event di Stasiun KCIC Halim, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026):

"Kita sudah beroperasi hampir dua setengah tahun, sejak Commercial Operation Date (COD) di bulan Oktober 2023, dan sampai hari ini sudah mengangkut hampir 15 juta penumpang."

Ia menegaskan bahwa perjalanan kereta dengan kecepatan hingga 350 km/jam ini telah mengubah pola mobilitas masyarakat Jakarta-Bandung dari perjalanan antarkota (intercity) menjadi komuter harian.

Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim Foto: Widya

Pencapaian 15 Juta Penumpang dalam Dua Setengah Tahun Operasi

Sejak diluncurkan pada Oktober 2023, Whoosh telah mencatat pertumbuhan penumpang yang konsisten. Dwiyana menjelaskan bahwa dalam waktu kurang dari tiga tahun, kereta cepat ini berhasil menjangkau angka 15 juta penumpang, sebuah pencapaian yang menunjukkan minat masyarakat terhadap moda transportasi baru ini sangat tinggi.

"Sebelumnya, perjalanan antara Jakarta dan Bandung memakan waktu 3 hingga 4 jam melalui jalan raya. Sekarang, dengan adanya Whoosh, waktu tempuh hanya tinggal 25 hingga 48 menit saja," jelas Dwiyana. Perbedaan waktu tempuh yang signifikan ini tidak hanya memudahkan perjalanan, tetapi juga mengubah persepsi masyarakat tentang jarak antara dua kota terbesar di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Dampak pada Gaya Hidup Masyarakat

Perubahan mobilitas ini memiliki dampak langsung pada gaya hidup pekerja di wilayah Jakarta dan Bandung. Banyak pekerja kini memilih untuk tinggal di Bandung sambil bekerja di Jakarta, tanpa harus menetap di ibu kota yang padat dan mahal. Hal ini membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memilih tempat tinggal yang lebih nyaman dan terjangkau, tanpa mengorbankan akses ke pekerjaan.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menambahkan bahwa terdapat penumpang setia Whoosh yang melakukan perjalanan pulang-pergi (PP) antara Jakarta dan Bandung hingga 530 kali dalam setahun. "Angka ini berarti penumpang tersebut hampir melakukan perjalanan setiap hari, menunjukkan betapa Whoosh telah menjadi bagian dari rutinitas harian mereka," ujar Eva.

Selain itu, data KCIC menunjukkan bahwa volume penumpang Whoosh bervariasi berdasarkan waktu:

Sebuah foto lain yang diambil pada Minggu (29/3/2026) menunjukkan suasana stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, dengan penumpang yang siap menaiki Whoosh. Foto tersebut diabadikan oleh Abdan Syakura dari ANTARA FOTO.

Target Pertumbuhan Penumpang untuk Tahun 2026

Dalam acara yang sama, Eva Chairunisa mengungkapkan bahwa KCIC menargetkan kenaikan penumpang Whoosh sebesar 4 hingga 5 persen secara tahunan. Untuk tahun 2026 sendiri, target kenaikan penumpang ditetapkan sebesar 4 persen, dengan harapan dapat meningkatkan volume penumpang secara bertahap seiring dengan semakin luasnya akses dan promosi yang dilakukan.

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kualitas layanan dan menjangkau lebih banyak penumpang, terutama mereka yang sering melakukan perjalanan antara Jakarta dan Bandung," jelas Eva. KCIC juga berencana untuk menambah frekuensi perjalanan dan fasilitas pendukung untuk memenuhi kebutuhan penumpang yang semakin meningkat.

Kesimpulannya, Kereta Cepat Whoosh telah berhasil mengubah lanskap mobilitas antara Jakarta dan Bandung, menjadikannya moda transportasi pilihan bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan dengan cepat, aman, dan nyaman. Dengan pencapaian 15 juta penumpang, Whoosh menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur transportasi cepat dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi kehidupan masyarakat Indonesia.