Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

14 Kendaraan Polhut Dimodifikasi Jadi Armada Pemadam Karhutla di Perhutani Jasikan

Jabar · Oleh · · Diperbarui 5 September 2026

Perhutani Divre Jasikan modifikasi 14 kendaraan Polhut jadi armada pemadam karhutla dengan dilengkapi tangki air dan mesin penyerap siap siaga 14 KPH.

14 Kendaraan Polhut Dimodifikasi Jadi Armada Pemadam Karhutla di Perhutani Jasikan

Perhutani Divre Jasikan menyiagakan 14 kendaraan Polisi Hutan yang dimodifikasi menjadi armada pemadam untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Modifikasi Kendaraan Polhut untuk Penanganan Karhutla

Perhutani Divre Jasikan memodifikasi 14 kendaraan Patroli Hutan (Polhut) menjadi armada pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah ini dilakukan untuk memperkuat kesiapan aparat kehutanan dalam menghadapi musim kemarau.

Baca Juga: Ridho Choirul Umam Kumpulkan Pengurus PSI Bekasi untuk Perkuat Jaringan hingga ke Tingkat Desa

Kepala Perhutani Divre Jasikan Yudha Suswardhanto mengatakan setiap kendaraan dilengkapi tangki air dan mesin penyemprot yang mampu mempercepat proses pemadaman di lokasi yang masih dapat dijangkau.

"Kalau memasuki musim kemarau, kendaraan Polhut kami modifikasi dengan pemasangan bak air yang disiapkan dengan mesin penyemprot air," kata Yudha saat ditemui di Majalengka, beberapa waktu lalu.

Penugasan Armada di 14 Kesatuan Pemangkuan Hutan

Sebanyak 14 kendaraan yang telah dimodifikasi itu disiagakan di seluruh wilayah kerja Perhutani Jasikan yang mencakup 14 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH). Armada tersebut difungsikan sebagai sarana pemadaman awal agar api dapat segera dikendalikan sebelum meluas ke kawasan hutan.

Baca Juga: Mourinho Kembali Latih Real Madrid Usai 13 Tahun Pergi Ganti Arbeloa

"Ketika terdapat lokasi-lokasi yang masih bisa terjangkau dengan kendaraan, akan kita lakukan pemadaman dengan kendaraan tersebut," terang Yudha.

Kesiapan 180 Personel Pantau Titik Api

Untuk mendukung pengendalian karhutla, Perhutani Jasikan mempersiapkan 180 personel yang bertugas memantau potensi kebakaran sejak tahap awal di seluruh KPH. Sumber daya manusia ini menjadi garda terdepan dalam deteksi dini kebakaran hutan.

"Kami dengan kesiapan personel maupun struktur yang sudah setiap tahun dilaksanakan di 14 KPH, dengan 180 personel untuk memantau kondisi awal kejadian kebakaran hutan," jelas Yudha.

Pemantauan Titik Api Tiga Kali Sehari

Wakil Kepala Perhutani Divre Jasikan Agus Yulianto mengatakan pemantauan titik api dilakukan secara rutin menggunakan aplikasi SiPongi dan Air Hotspot milik Kementerian Kehutanan. Pemantauan mencakup kawasan hutan Perhutani, Area Penggunaan Lain (APL), serta kawasan di sekitarnya.

"Minimal tiga kali sehari, mulai dari kantor hingga lapangan, kami melakukan pemantauan. Kalau ada titik api langsung terdeteksi dan dilakukan respons cepat," terang Agus.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak

Pengendalian karhutla dilakukan Perhutani Jasikan bersama masyarakat dan para pemangku kepentingan agar upaya perlindungan kawasan hutan berjalan lebih efektif. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Polri melalui Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Damkarhu) untuk penanganan yang lebih optimal.