10 Ribu Hektare Sawah Indramayu Terancam Puso, KTNA Minta Penggelontoran Air Segera Dilakukan
Kekeringan mengancam 10.673 hektare sawah di Indramayu, Jawa Barat. KTNA setempat mengajukan penggelontoran air untuk menyelamatkan tanaman padi yang masih berumur 7-25 hari.

Kekeringan Parah Ancam Lahan Pertanian Padi di Indramayu
Sekitar 10.673 hektare areal tanaman padi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, terancam gagal panen atau puso akibat kekeringan yang berkepanjangan. Kondisi ini mendorong Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Indramayu untuk mengajukan permohonan audensi dengan Unit Pelayanan Irigasi guna mendapatkan penggelontoran air yang segera.
Enam Kecamatan Terdampak, Petani Diminta Waspada
Kekeringan melanda enam kecamatan di Indramayu bagian barat dengan detail sebagai berikut:
Baca Juga: Ridho Choirul Umam Kumpulkan Pengurus PSI Bekasi untuk Perkuat Jaringan hingga ke Tingkat Desa
- Kecamatan Sukra : 2.500 hektare terdampak dari total lahan sawah 3.445 hektare
- Kecamatan Patrol : 2.100 hektare dari total 3.175 hektare sawah
- Kecamatan Kandanghaur : 2.000 hektare dari total 5.400 hektare lahan
- Kecamatan Anjatan : 2.000 hektare dari total 6.150 hektare sawah
- Kecamatan Gabuswetan : 1.573 hektaredari total 6.740 hektare lahan
- Kecamatan Bongas : 500 hectáreas dari total 5.000 hektare sawah
"Petani banyak yang khawatir. Jika pasokan air tidak segera digelontorkan ke sawah-sawah mereka, ancaman gagal panen tinggal menunggu waktu," tutur Sutatang, Ketua KTNA Kabupaten Indramayu.
Potensi Penyelamatan Masih Ada
Di Desa Pranti, Kecamatan Kandanghaur, tanah areal persawahan terlihat retak-retak dan mengering akibat lama tidak mendapat pasokan air. Namun, tanaman padi yang tumbuh di atasnya masih terlihat berwarna hijau, sehingga potensi untuk diselamatkan.
Baca Juga: Mourinho Kembali Latih Real Madrid Usai 13 Tahun Pergi Ganti Arbeloa
Tanaman padi di wilayah terdampak kekeringan memiliki umur berkisar 7 hingga 25 hari, yang berarti masih berada dalam fase pertumbuhan kritis. Penyaluran air dalam waktu dekat sangat menentukan keberhasilan panen.
Pasokan Air dari Waduk Jatiluhur
Areal tanaman padi yang terdampak kekeringan berada di Indramayu barat dengan pasokan air yang bersumber dari Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta. Distribusi air dilakukan melalui Bendung Salamdarma sebagai titik bagi.
Langkah Konkret yang Ditempuh
KTNA Kabupaten Indramayu bersama pengurus dari enam kecamatan terdampak telah mengajukukan permohonan audensi resmi kepada Unit Pelayanan Irigasi. Tujuannya adalah meminta dilakukan penggelontoran air secara merata untuk menyelamatkan tanaman padi sebelum masa kritis berlalu.
Dampak terhadap Produksi Beras Lokal
Jika gagal panen benar-benar terjadi, produksi beras di Kabupaten Indramayu sebagai salah satu lumbung padi nasional akan berkurang signifikan. Kondisi ini berpotensi memengaruhi ketahanan pangan di tingkat regional.
Pihak terkait diharapkan dapat segera merespons permohonan tersebut agar ribuan petani di Indramayu tidak mengalami kerugian besar akibat kekeringan yang melanda.
Kata Kunci Artikel : Indramayu, kekeringan, puso, sawah, pertanian, KTNA, penggelontoran air, Jatiluhur, Jawa Barat, gagal panen