Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Zuli Zulkipli: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ajakan Keadilan Lingkungan

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani ·

Direktur LBH ARJUNA Bhakti Negara Zuli Zulkipli menegaskan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga penegakan keadilan hukum dan hak asasi generasi sekarang dan mendatang.

Zuli Zulkipli: Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Ajakan Keadilan Lingkungan

Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Direktur LBH ARJUNA Bhakti Negara Zuli Zulkipli, S.H., menyampaikan pidato yang menekankan bahwa perlindungan lingkungan bukan hanya soal kebersihan atau pelestarian alam, tetapi juga merupakan bentuk penegakan keadilan hukum dan hak asasi manusia bagi generasi sekarang dan mendatang.

Latar Belakang Tema Tahunan

Pemerintah dan organisasi lingkungan global telah menetapkan tema tahun ini sebagai "Bumi Yang Sehat Mulai Dari Kebiasaan Baik Setiap Hari", yang menekankan bahwa perubahan positif dimulai dari langkah kecil sehari-hari. Zuli mengungkapkan bahwa tema ini tidak hanya mengajak tindakan kolektif, tetapi juga menegaskan bahwa lingkungan yang sehat adalah hak dasar setiap warga negara yang harus dilindungi dan dijamin keberlangsungannya.

Menjaga Lingkungan sebagai Keadilan Hukum

Dalam pidatonya, Zuli menegaskan bahwa kerusakan lingkungan tidak hanya merusak alam, tetapi juga mengganggu kualitas hidup manusia, kesehatan masyarakat, dan masa depan generasi penerus.

"Menjaga lingkungan bukan semata-mata persoalan kebersihan atau pelestarian alam, tetapi juga persoalan keadilan, hak asasi, dan tanggung jawab hukum," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setiap kerusakan lingkungan memiliki dampak hukum, sosial, ekonomi, dan kemanusiaan yang berkepanjangan, yang akan dirasakan oleh anak cucu kita di masa depan.

Peran Strategis Hukum dalam Perlindungan Lingkungan

Zuli menjelaskan bahwa hukum memiliki peran sentral sebagai instrumen perlindungan lingkungan. Penegakan hukum yang adil dan konsisten menjadi fondasi penting dalam mencegah kerusakan lingkungan dan memastikan pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan.

"Kesadaran hukum harus berjalan beriringan dengan kesadaran lingkungan," kata Zuli.

Masyarakat perlu memahami bahwa menjaga sungai, hutan, lahan pertanian, dan ruang terbuka hijau adalah bagian dari upaya menjaga hak hidup yang layak bagi seluruh warga negara.

Keterlibatan Aktif Masyarakat

Salah satu poin utama pidato Zuli adalah bahwa perlindungan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak masyarakat untuk aktif mengawasi, menjaga, dan melaporkan tindakan yang berpotensi merusak lingkungan ke pihak berwenang. "Kita semua memiliki peran dalam memastikan bahwa lingkungan kita tetap lestari," ujarnya.

Tanggung Jawab Antargenerasi

Zuli juga menekankan bahwa pelestarian lingkungan adalah bentuk tanggung jawab antargenerasi. Alam bukan warisan yang bisa dihabiskan, melainkan titipan yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa pembangunan dan pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan, dan kemajuan tidak boleh dicapai dengan mengorbankan kelestarian alam.

"Kita memiliki kewajiban moral dan hukum untuk memastikan bahwa generasi mendatang tetap memiliki akses terhadap udara yang bersih, air yang sehat, serta lingkungan yang layak untuk kehidupan," tegasnya.

Ajakan Kolaborasi untuk Budaya Hukum Lingkungan

Di akhir pidatonya, Zuli mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya hukum yang berpihak pada perlindungan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan. Ia menegaskan bahwa Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama bahwa menjaga lingkungan berarti menjaga kehidupan.

Langkah Sederhana yang Dapat Dilakukan Setiap Hari

Untuk mewujudkan perubahan yang berkelanjutan, Zuli menutup pidatonya dengan ajakan untuk memulai langkah-langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari:

"Mari kita jadikan perlindungan lingkungan sebagai gerakan bersama. Setiap pohon yang dijaga, setiap sungai yang dilestarikan, dan setiap jengkal alam yang dilindungi adalah warisan berharga bagi masa depan Indonesia yang lebih adil, sehat, dan berkelanjutan," pungkasnya.