Waspada Copet! Polisi Patroli di Mall Bandung Jelang Lebaran
Polrestabes Bandung menggelar patroli dialogis di kawasan mall jelang Lebaran, melibatkan 25 personel untuk mengantisipasi pencopetan akibat lonjakan pengunjung dari luar kota.

Menjelang momen Lebaran, kepolisian Polrestabes Bandung telah mengintensifkan patroli dialogis di beberapa kawasan pusat perbelanjaan, termasuk Yogya Kepatihan Wetan dan Kings Shopping Center. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan tindak kriminal, terutama pencopetan, akibat lonjakan jumlah pengunjung perbelanjaan yang datang dari berbagai daerah.
Tujuan Utama Patroli Pengamanan
Kapolsek Regol Kompol Heri Suryadi mengatakan, patroli ini dilaksanakan oleh personel gabungan termasuk Pos Pengamanan (Pospam) Yogya Kepatihan. Ia menekankan bahwa kawasan pusat perbelanjaan menjadi lokasi rawan pencopetan ketika jumlah pengunjung meningkat, terutama menjelang Lebaran ketika banyak orang berbelanja kebutuhan.
"Bagi ibu-ibu yang membawa anak kecil jangan sampai asyik berbelanja sehingga lupa membawa anaknya. Kemarin sempat terjadi kejadian seperti itu, sehingga kami mengimbau agar bersama-sama menjaga," ujar Heri Senin (16/3/2026).
Struktur Tim dan Koordinasi dengan Pihak Mall
Heri menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan sekitar 25 personel yang dibagi menjadi dua tim untuk memastikan kegiatan pengamanan dan penyampaian imbauan kamtibmas berjalan efektif. Patroli ini juga melibatkan sejumlah polisi wanita untuk lebih mudah berinteraksi dengan pengunjung, terutama keluarga dan ibu-ibu. Selain itu, kepolisian telah berkoordinasi dengan manajemen pusat perbelanjaan untuk mengatur arus pengunjung agar tidak menumpuk di satu titik. Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi gangguan keamanan, termasuk pencopetan.
"Kami selalu berkomunikasi dengan manajemen agar pengunjung bisa dialirkan dan tidak tertumpuk pada satu tempat. Dengan begitu bisa menghindari aksi-aksi kriminal seperti pencopetan," ucapnya.
Lonjakan Pengunjung dan Data Parkir
Heri menambahkan, peningkatan jumlah pengunjung sudah terlihat sejak sebelum pos pengamanan didirikan. Bahkan, banyak pengunjung yang datang dari luar kota untuk berbelanja kebutuhan menjelang Lebaran. Berdasarkan data kendaraan yang masuk ke area parkir pusat perbelanjaan tersebut, jumlah kendaraan tercatat mencapai sekitar 16.000 unit dalam satu hari, yang setara dengan puluhan ribu pengunjung.
"Bisa dibayangkan, dari sekitar 16.000 kendaraan itu tentu membawa penumpang yang cukup banyak. Hari ini sedikit berkurang, tetapi kemungkinan setelah waktu ashar pengunjung akan bertambah kembali," kata Heri.
Meski terjadi lonjakan pengunjung, Heri memastikan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan tindak kriminal di dalam pusat perbelanjaan. "Alhamdulillah sampai saat ini kami dari Pos Pam tidak menerima laporan adanya kejadian seperti pencopetan atau kehilangan barang di dalam," ujarnya.
Penanganan Kemacetan di Sekitar Kawasan Mall
Dampak paling terasa dari meningkatnya aktivitas belanja adalah kemacetan di sekitar kawasan pusat perbelanjaan. Untuk mengatasinya, polisi menempatkan personel di sejumlah titik rawan macet serta melakukan rekayasa lalu lintas. Heri menjelaskan, upaya ini bertujuan agar roda kendaraan tetap berputar, sehingga pengunjung merasa aman dan nyaman selama berbelanja.
"Upaya kami adalah menggelar personel di titik-titik kemacetan termasuk melakukan rekayasa lalu lintas agar roda kendaraan tetap berputar, sehingga pengunjung menjadi aman dan nyaman dalam berbelanja," kata Heri.
Ia juga menambahkan, lonjakan pengunjung paling terasa pada akhir pekan, yaitu pada Jumat, Sabtu, dan Minggu sebelum hari pernyataan.
Layanan dan Kontak untuk Masyarakat
Pos Pam Yogya Kepatihan juga siap menerima laporan masyarakat yang mengalami gangguan keamanan selama berada di kawasan tersebut. Heri menjelaskan, jika ada gangguan kamtibmas, pihak pos pam akan melayani laporan kehilangan barang. Apabila terjadi tindak pidana, kasus akan dibawa ke Polsek untuk ditindaklanjuti dengan pembuatan laporan polisi resmi.
Selain itu, polisi terus mengimbau semua pengunjung untuk lebih berhati-hati dalam menjaga barang bawaan, terutama telepon seluler dan barang berharga lainnya. Ibu-ibu yang membawa anak kecil juga diingatkan untuk tidak kehilangan track dari anak mereka selama berbelanja, mengingat insiden serupa telah terjadi sebelumnya.