Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Pekerja Outdoor di Jawa Barat Terpapar Abu Vulkanik, Risiko Gangguan Pernapasan Meningkat

Bandung · Oleh ·

Pekerja outdoor di Jawa Barat jadi kelompok paling rentan terdampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Partikel kaca silika bisa menembus saluran pernapasan lebih dalam dari debu biasa.

Pekerja Outdoor di Jawa Barat Terpapar Abu Vulkanik, Risiko Gangguan Pernapasan Meningkat

Abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang menyebar hingga ke Jawa Barat dalam beberapa hari terakhir menempatkan pekerja outdoor sebagai kelompok paling rentan. Pesan peringatan dari anggota Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IABI) Dr. Daryono menyebutkan bahwa partikel abu vulkanik berbeda dengan debu biasa.

Partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran mikroskopis kurang dari 2 mm. Bentuknya yang runcing membuat partikel ini mampu menembus saluran pernapasan lebih dalam dibandingkan debu biasa yang lunak dan mudah disaring.

"Berbeda dari debu biasa yang lunak dan mudah disaring, partikel abu vulkanik merupakan pecahan kaca silika dan batuan berukuran mikroskopis," kata Daryono, Minggu (6/9).

Baca Juga: Viking Persib Pasang Poster Wajah Igor Tolic Selebar Tribun GBLA Saat Jamu PSM Makassar

Dampaknya langsung terasa bagi pekerja yang tidak bisa避开 paparan. Kurir, pekerja konstruksi, pedagang kaki lima, dan pengemudi ojek online termasuk kelompok yang tetap bekerja meski kualitas udara memburuk. Mereka tidak memiliki opsi untuk bekerja dari rumah.

Bisnis kecil di Bandung Raya juga mulai merasakan imbasnya. Pemilik kedai kopi outdoor dan toko material bangunan di daerah Copeak dan Dago melaporkan penurunan aktivitas setelah abu vulkanik menyelimuti beberapa wilayah di sisi barat Bandung.

Abu vulkanik yang menyebar ke wilayah metropolitan ini bukan kali pertama. Bandara Husein Sastranegara Tutup Empat Jam Akibat Abu Vulkanik pada periode sebelumnya sudah membuktikan bahwa aktivitas ekonomi di kawasan sekitar bandara terdampak langsung. Penutupan empat jam pada waktu tersebut menghalangi 1.344 penumpang untuk bergerak, yang artinya ada potensi transaksi bisnis yang tertunda.

Baca Juga: 663 Penumpang Garuda dari Arab Saudi Dialihkan ke Kertajati Akibat Abu Vulkanik

Paparan jangka pendek abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan hingga iritasi mata. Bagi pekerja yang bergantung pada kemampuan fisiknya, risiko ini berarti potensi kehilangan penghasilan jika harus beristirahat karena sakit.

Masyarakat di area terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan dan menggunakan perlindungan diri. Masker dan kacamata pelindung menjadi alat最低 yang dibutuhkan bagi siapa pun yang harus beraktivitas di luar ruangan selama periode ini.

Selain abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau, beberapa gunung berapi lain di Indonesia juga mengalami erupsi dalam seminggu terakhir, yang memperumit kondisi udara di berbagai wilayah.