Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Warga Mengeluhkan Tumpukan Sampah 300 Meter di Jalan Makam Caringin Bandung

Jabar · Oleh Rizky Maulana ·

Warga di Kelurahan Margahayu Utara Bandung mengeluhkan tumpukan sampah 300 meter di Jalan Makam Caringin yang tak kunjung diangkut, menutup jalan dan mengganggu lalu lintas serta bau busuk.

Warga Mengeluhkan Tumpukan Sampah 300 Meter di Jalan Makam Caringin Bandung

Jalan Makam Caringin Porib di Kelurahan Margahayu Utara, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, kini menjadi pemandangan memprihatinkan. Tumpukan sampah menggunung sepanjang sekitar 300 meter, menutup sebagian jalur jalan dan mengganggu arus lalu lintas kendaraan. Kondisi ini sudah berlangsung sejak sebelum Lebaran, membuat warga dan pengguna jalan merasa terganggu.

Kondisi Nyata yang Mengganggu

Tumpukan sampah yang menutup hampir setengah jalan ini menyebabkan kendaraan dari dua arah harus bergantian lewat, karena tidak bisa melintas bersamaan. Bau busuk sampah juga tercium hingga radius 100 meter dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Porib, membuat siapa saja yang melewati jalan ini harus menutup hidung untuk menghindari bau yang tidak sedap. Pengurus Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Porib, Dudung, mengkonfirmasi bahwa tumpukan sampah ini sudah muncul sejak sebelum bulan puasa, dan semakin membludak menjelang Lebaran. "Sampah sempat diangkut, tapi jumlahnya terus bertambah sehingga akhirnya menumpuk lagi," kata Dudung pada Selasa, 21 April 2026.

Hambatan dalam Pengangkutan Sampah

Menurut Dudung, kondisi ini diperparah oleh kuota pengangkutan sampah yang dibatasi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung. Saat ini, ritase pengangkutan sampah hanya dilakukan satu kali dalam sehari. Bahkan, ketika kuota habis, biasanya selama 4 hari berturut-turut, tidak ada mobil pengangkut sampah yang datang. TPS Porib memiliki kapasitas maksimum penyimpanan 12 meter kubik, namun saat ini kapasitas tersebut sudah tercapai dan bahkan melebihi batas. Pihak TPS hanya bisa menunggu giliran pengangkutan sampah dari dinas untuk membersihkan tumpukan yang ada.

Upaya Pemerintah dalam Menangani Masalah Sampah Kota

Kebijakan pemerintah pusat telah menargetkan seluruh praktik open dumping (pembuangan sampah terbuka) dihentikan paling lambat tahun 2026. Sebanyak 472 TPA di seluruh Indonesia ditargetkan selesai ditangani mulai akhir Juli 2026, dengan langkah berupa penegakan hukum pidana bagi pengelola yang melanggar dan peralihan ke sistem sanitary landfill atau penutupan permanen. Di Kota Bandung sendiri, Wali Kota Muhammad Farhan memastikan bahwa upaya pengolahan sampah mandiri terus dilakukan melalui berbagai program. Dalam tiga bulan ke depan, Pemkot menargetkan dapat mengolah 300 ton sampah per hari. Saat ini, produksi sampah harian di Kota Bandung mencapai sekitar 1.800 ton, sementara kapasitas pengolahan hanya mencapai 300 ton per hari. Sebanyak 1.000 ton sampah dibuang ke TPA Sarimukti, sehingga masih ada sekitar 500 ton sampah yang belum teratasi. Pemkot Bandung telah menyiapkan 36 lahan milik pemerintah daerah untuk dijadikan tempat pengolahan sampah organik maupun non-organik. Selain itu, pemerintah juga tengah menjajaki pembangunan teknologi Waste to Energy (WTE), meskipun investasi dan persyaratan teknisnya cukup besar, termasuk kebutuhan lahan minimal 7 hektare dan ketersediaan sumber air yang memadai. Sebagai langkah awal, Pemkot telah menyiapkan lahan sekitar 5.000 meter persegi untuk fasilitas pemilahan sampah sebelum masuk ke sistem WTE.

Harapan dan Permintaan Warga

Dudung sebagai pengurus TPS Porib mengungkapkan harapannya agar DLH Kota Bandung dapat segera membantu mengatasi tumpukan sampah yang sudah memprihatinkan ini. Menurutnya, tumpukan sampah yang menutup sebagian jalan tidak hanya mengganggu lalu lintas, tetapi juga mengganggu kenyamanan warga sekitar.

"Kita hanya bisa menunggu giliran pengangkutan, tapi semoga pemerintah bisa segera memberikan solusi agar kondisi ini segera membaik," tutur Dudung.