Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Warga Jatimulya Kembali Turun ke Jalan, Desak PT Suzuki Bangun Kemitraan Nyata dengan Masyarakat

Jabar · Oleh Tasya Oktaviani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Ratusan warga Kelurahan Jatimulya, Bekasi, menggelar aksi damai di depan PT Suzuki Indomobil Motor untuk menuntut kerja sama ekonomi nyata, bukan hanya bantuan CSR sesaat, setelah 3 dekade perusahaan beroperasi tanpa memberikan manfaat berkelanjutan.

Warga Jatimulya Kembali Turun ke Jalan, Desak PT Suzuki Bangun Kemitraan Nyata dengan Masyarakat

Latar Belakang Aksi Damai Warga Jatimulya

Ratusan warga Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi damai di depan gerbang utama PT Suzuki Indomobil Motor pada Kamis (5/2/2026) pagi. Aksi ini merupakan puncak dari kesabaran masyarakat yang telah teruji selama lebih dari tiga dekade, sejak perusahaan besar ini mulai beroperasi di wilayah mereka.

Masyarakat Jatimulya tidak menolak kehadiran investasi besar seperti PT Suzuki. Sebaliknya, mereka berharap kehadiran perusahaan ini dapat menjadi motor penggerak kesejahteraan lokal yang berkelanjutan. Namun, selama tiga puluhan tahun, harapan tersebut belum terwujud, dan ini yang mendorong warga untuk bersuara secara damai.

Tuntutan Utama Warga: Kerja Sama Ekonomi Berkelanjutan

Ketua Forum RW Jatimulya, Syaiful Hajat, menegaskan bahwa tuntutan utama masyarakat bukanlah bantuan sesaat atau CSR (Corporate Social Responsibility) yang tidak berkelanjutan. Sebaliknya, warga menginginkan kerja sama ekonomi nyata yang dapat memberdayakan mereka secara mandiri.

"Kami tidak ingin hanya menerima bantuan makanan atau alat olahraga sesekali. Kami ingin kemitraan usaha yang membuat warga Jatimulya bisa berdaya, bekerja, dan meningkatkan pendapatan keluarga mereka sendiri," ujar Syaiful dalam orasinya.

Salah satu peserta aksi, Suranto, menambahkan bahwa masyarakat telah berulang kali mencoba menjalin komunikasi dengan manajemen PT Suzuki terkait peluang kerja dan program pemberdayaan ekonomi. Namun, semua upaya tersebut tidak menghasilkan kepastian apapun.

"Kami hanya ingin perhatian yang serius dari perusahaan. Banyak warga Jatimulya yang membutuhkan kesempatan kerja, terutama anak muda yang baru lulus sekolah. Namun, selama ini, peluang tersebut jarang diberikan kepada warga lokal," jelas Suranto.

Respons Manajemen Perusahaan yang Kurang Responsif

Koordinator Aksi Sondi Silalahi mengungkapkan bahwa masyarakat telah melakukan berbagai upaya untuk berkomunikasi dengan manajemen PT Suzuki, mulai dari mengirim surat permohonan hingga menggelar aksi serupa sebelumnya. Namun, respons yang diterima sangat minim, dan janji-janji yang diberikan tidak pernah diwujudkan.

"Kami sudah terlalu sering dijanjikan. Setiap kali kami menggelar aksi, manajemen perusahaan selalu berjanji untuk mempertimbangkan tuntutan kami. Namun, setelah itu, tidak ada tindakan nyata yang dilakukan," ujar Sondi dengan nada kecewa.

Hingga saat artikel ini ditulis, pihak manajemen PT Suzuki Indomobil Motor belum memberikan pernyataan resmi terkait aksi damai ini. Hal ini semakin menambah ketidakpercayaan masyarakat terhadap perusahaan.

Dampak Kurangnya Kerja Sama pada Masyarakat Jatimulya

Kurangnya kerja sama ekonomi nyata dari PT Suzuki memiliki dampak yang signifikan pada masyarakat Jatimulya. Beberapa masalah sosial yang masih ada di wilayah ini, seperti tingginya angka pengangguran muda dan kurangnya fasilitas umum, tidak dapat dipecahkan tanpa dukungan dari perusahaan besar yang beroperasi di sekitarnya.

Masyarakat berharap bahwa dengan adanya kerja sama ekonomi, mereka dapat membantu mengatasi masalah ini sendiri. Misalnya, dengan program pelatihan keterampilan yang didukung oleh perusahaan, warga dapat memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk bekerja di industri lokal atau membuka usaha sendiri.

Harapan Masyarakat untuk Dialog Jujur

Masyarakat Jatimulya berharap bahwa pihak manajemen PT Suzuki segera membuka ruang dialog yang jujur, setara, dan konstruktif. Mereka ingin perusahaan mendengarkan aspirasi mereka dan bekerja bersama untuk menciptakan solusi yang menguntungkan kedua pihak.

"Kami ingin maju bersama perusahaan. PT Suzuki telah mendapatkan banyak manfaat dari beroperasi di wilayah kami selama tiga dekade. Sekarang, saatnya perusahaan memberikan manfaat kembali kepada masyarakat yang telah mendukung keberadaannya," tutup Sondi Silalahi.