Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Warga Indramayu Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak: Protes dan Tanggapan

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Warga Desa Gadingan, Indramayu menanam pohon pisang di jalan rusak sebagai protes perbaikan infrastruktur tertunda. Pemerintah menanggapi dengan rencana perbaikan beton seharga Rp 3,5 miliar untuk ruas Sudikampiran-Gadingan.

Warga Indramayu Tanam Pohon Pisang di Jalan Rusak: Protes dan Tanggapan

Pada Senin (30/3/2026), pemandangan unik dan penuh makna terlihat di Desa Gadingan, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu: warga setempat menanam pohon pisang di setiap lubang besar di sepanjang jalan utama wilayah mereka. Foto dokumentasi aksi ini menunjukkan pengendara sepeda motor melintasi jalur yang penuh tanaman hijau, sebagai bentuk protes tegas terhadap kondisi jalan rusak yang telah bertahun-tahun tidak diperbaiki.

Kondisi Jalan Rusak yang Membahayakan

Jalan seluas kurang lebih 1 kilometer tersebut mengalami kerusakan parah, dengan lubang-lubang dalam yang bisa menyebabkan kecelakaan bagi pengendara. Salah seorang warga, Darkim, menjelaskan bahwa kerusakan merata sepanjang jalur, bahkan di beberapa titik air tergenang saat hujan sehingga memperparah kondisi jalan.

"Kondisinya lebih parah dari sini sampai ke sana. Rusak semua, bahkan di beberapa titik warga menanam pohon pisang. Kalau hujan, jalannya banjir dan makin parah," ujar Darkim kepada tim jurnalistik.

Darkim menambahkan bahwa sebelumnya pemerintah daerah pernah memberikan material koral sebagai perbaikan darurat, namun langkah itu hanya dianggap sebagai peredam protes tanpa ada tindak lanjut pembangunan permanen. Selain itu, jalur ini tidak dapat dilewati oleh mobil sedan karena risiko terbentur lubang, sementara truk bermuatan bahkan tidak berani melintas.

Aksi Protes yang Menarik Perhatian Nasional

Aksi menanam pohon pisang di lubang jalan ini segera viral di media sosial, menarik perhatian luas terhadap masalah infrastruktur di wilayah Indramayu. Darkim juga secara terbuka meminta perhatian langsung dari Bupati Indramayu Lucky Hakim untuk menangani masalah ini secepat mungkin.

"Harapan warga ya cepat-cepat minta dibangun itu aja. Minta Bapak Lucky Hakim mohon, mohon kehadirannya cepat dibangun Desa Gadingan. Katanya sih dari pihak pamong desa bulan lima (Mei) mau dibangun, tapi bagi saya masyarakat kan enggak tahu pastinya, cuma katanya saja," kata Darkim penuh harap.

Ia menambahkan bahwa akses terbatas pada jalur ini telah menghambat aktivitas warga, seperti pengiriman barang dan akses ke fasilitas umum di wilayah sekitar.

Tanggapan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu

Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Indramayu, Maulana Malik, menanggapi aksi protes warga dengan janji akan meninjau langsung kondisi jalan di Desa Gadingan. Ia menjelaskan bahwa perbaikan jalan ruas Sudikampiran–Gadingan telah masuk dalam agenda prioritas tahun anggaran 2026.

Menurut Maulana, tender untuk perbaikan jalan ini telah ditayangkan pada awal April 2026, dengan nilai kontrak Rp 3,5 miliar. Perbaikan akan menggunakan konstruksi beton dengan ketebalan 20 cm dan lebar 5 meter, meliputi panjang jalur sebesar 1,4 kilometer.

"Rencana awal bulan April 2026 ini kita sudah tayang tender. Nilainya Rp 3,5 miliar dengan panjang 1,4 kilometer. Semuanya akan dibeton dengan ketebalan 20 cm dan lebar 5 meter," jelas Maulana pada Senin (30/3).

Ia menambahkan bahwa pengerjaan akan selesai dalam 90 hari kalender setelah pemenang tender ditetapkan. Sementara menunggu proses lelang selesai, Dinas PUPR akan melakukan penanganan darurat dengan mengirim material untuk mengurangi lubang-lubang jalan. Tim juga meminta kerja sama warga untuk memindahkan pohon pisang yang ditanam agar proses perbaikan dapat berjalan lancar.

Selain perbaikan jalan ini, Maulana memaparkan bahwa Pemerintah Kabupaten Indramayu telah mengalokasikan anggaran infrastruktur sebesar Rp 250 miliar untuk tahun 2026. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 60 miliar dialokasikan untuk perbaikan irigasi, sementara sisanya digunakan untuk pembangunan jembatan dan jalan. Saat ini, tingkat kemantapan jalan kabupaten di Indramayu mencapai 88 persen.

Harapan dan Tantangan ke Depan

Meskipun janji perbaikan telah diberikan, warga masih menunggu konfirmasi pasti kapan pekerjaan akan dimulai. Darkim menyatakan bahwa harapan warga adalah agar proyek ini segera berjalan, sehingga aksesibilitas wilayah mereka dapat pulih dan tidak lagi membahayakan pengendara.

Selain itu, aksi protes ini juga menjadi perhatian bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan keluhan warga terkait infrastruktur, agar tidak perlu melalui aksi ekstrem seperti menanam pohon di jalan rusak. Dengan adanya anggaran yang cukup, diharapkan perbaikan jalan dapat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas hidup warga di Kabupaten Indramayu.