Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Wamendagri Wiyagus Dorong Keselarasan Program Kesehatan di Papua

Jabar · Oleh Raka Permana ·

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan keselarasan program penanganan kesehatan, khususnya AIDS, TB, malaria, dan kusta, antara pemerintah pusat dan daerah di Tanah Papua

Wamendagri Wiyagus Dorong Keselarasan Program Kesehatan di Papua

Pendahuluan

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus menekankan perhatian serius pemerintah terhadap penanganan masalah kesehatan di Tanah Papua, khususnya empat penyakit menular prioritas: AIDS, Tuberkulosis, Malaria, dan Kusta. Ia menyampaikan arahan tersebut saat menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Eliminasi keempat penyakit di Hotel Suni Abepura, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (28/4/2026).

Dokumentasi Rapat Koordinasi Teknis Percepatan Eliminasi Penyakit Menular di Papua Foto: Dok. Kemendagri

Latar Belakang Pertemuan

Penyakit menular seperti AIDS, TB, malaria, dan kusta masih menjadi tantangan kesehatan utama di Papua, dengan angka kejadian yang relatif tinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia. Rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan strategi antara pemerintah pusat dan daerah, serta memastikan semua pemangku kepentingan bergerak secara terpadu untuk mencapai target eliminasi penyakit-penyakit tersebut.

Wiyagus Tegaskan Prioritas Kesehatan Daerah

Dalam sambutannya, Wiyagus menegaskan bahwa penanganan masalah kesehatan merupakan kewajiban pemerintah yang terikat langsung dengan pelayanan dasar bagi seluruh warga negara. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah harus menjadikan urusan kesehatan sebagai prioritas utama dalam program pembangunan daerahnya, termasuk penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor kesehatan. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah yang tertuang dalam Asta Cita, yang menekankan peningkatan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.

Dukungan Pusat dan Tugas Pemerintah Daerah

Wiyagus mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan berbagai dukungan untuk menangani masalah kesehatan di Papua, salah satunya adalah pembentukan tim khusus dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang akan langsung turun ke lapangan. "Ini tim besar diboyong semua ke sini untuk meyakinkan seluruh masyarakat Tanah Papua bahwa pemerintah pusat sangat serius untuk memperhatikan tentang kesehatan ini," jelasnya. Selain dukungan tim, pemerintah pusat juga telah menyediakan anggaran yang cukup untuk mendukung pelaksanaan program penanganan kesehatan di wilayah ini.

Ia juga memaparkan beberapa tugas utama yang harus dilakukan oleh pemerintah daerah dalam menanggulangi ATM dan kusta:

Keterlibatan Semua Pihak dan Edukasi Masyarakat

Selain itu, Wiyagus menekankan pentingnya keterlibatan semua pemangku kepentingan dalam upaya penanganan kesehatan di Papua. Ia menyarankan pendekatan pentaheliks yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, organisasi non-pemerintah (NGO), dan tokoh adat. Menurutnya, tokoh adat memiliki peran krusial dalam kehidupan sosial masyarakat Papua, sehingga melibatkan mereka dalam kegiatan edukasi akan membantu masyarakat memahami dan menerima penanganan penyakit dengan lebih baik.

"Yang penting penanganannya sejak awal, ditangani secara spesifik, edukatif, biar kemudian masyarakat mudah mencerna," jelas Wiyagus.

Ia menambahkan bahwa edukasi yang tepat akan membantu mengurangi stigma yang sering terkait dengan penyakit menular seperti AIDS dan kusta, yang dapat menghalangi masyarakat untuk mencari perawatan.

Penutup

Tanah Papua memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, sehingga peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah ini harus menjadi prioritas bersama. Dengan menyelaraskan program antara pemerintah pusat dan daerah, serta melibatkan semua pemangku kepentingan, diharapkan upaya penanganan penyakit menular di Papua dapat berjalan efektif dan efisien. Hal ini akan membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua, mengurangi beban penyakit, dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.