Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Deklarasi Program Berantas Geng Motor usai Siswa SMAN 5 Tewas
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengekspresikan prihatin atas kematian siswa SMAN 5 Bandung dalam bentrok pelajar, dan deklarasikan tim patroli gabungan untuk memberantas geng motor serta mencegah kejadian serupa.

Peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa SMAN 5 Bandung yang tewas dalam bentrok antar pelajar di kawasan Cihampelas telah memicu reaksi serius dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan rasa prihatin dan dukanya atas kejadian tersebut, dan bahkan sempat menghadiri prosesi pemakaman korban serta bertemu langsung dengan keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa.
Foto: Dokumentasi Humas Pemkot Bandung
Reaksi Awal Wali Kota Setelah Peristiwa
Farhan menyampaikan keprihatinannya usai menghadiri kegiatan Safari Ramadan di Masjid Raya Bandung, Masjid Alun-Alun Bandung, Senin (16/3). Ia menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk meningkatkan perhatian terhadap keamanan, khususnya yang melibatkan kalangan pelajar di Kota Bandung.
"Saya turut prihatin dengan apa yang terjadi. Kemarin juga saya hadir di pemakaman korban dan bertemu dengan orang tua korban untuk menyampaikan keprihatinan," ujar Farhan dalam wawancara usai acara.
Program Patroli Gabungan sebagai Langkah Pencegahan
Sebagai langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Bandung akan membentuk tim patroli gabungan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Farhan mengumumkan bahwa pemerintah akan secara resmi mendeklarasikan pembentukan tim tersebut pada hari berikutnya, Selasa.
"Besok Selasa kita akan mendeklarasikan pembentukan tim patroli gabungan Pemkot, TNI, dan Polri untuk pemberantasan geng motor. Pokoknya tidak boleh ada geng motor di Kota Bandung," ujar Farhan dengan tegas.
Menurutnya, patroli gabungan ini akan mengedepankan dua tahap penanganan: preventif dan represif. Tahap preventif akan fokus pada penghentian aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, seperti konvoi sepeda motor secara beramai-ramai yang kerap dilakukan oleh kelompok remaja.
"Mulai dari yang preventif, yang kumpul-kumpul bawa motor ramai-ramai, pawai bawa motor ramai-ramai itu tidak boleh," ujar Farhan.
Selain tahap preventif, pemerintah juga akan mengambil tindakan represif secara terukur apabila ditemukan pelanggaran setelah dilakukan upaya pencegahan. Farhan menegaskan bahwa setiap pelanggar yang sudah diperingatkan secara preventif akan menghadapi tindakan hukum sesuai peraturan yang berlaku.
"Jadi satu preventif, kedua represif tapi terukur. Apabila sudah diperingatkan secara preventif masih melanggar, maka akan ada tindakan hukum," kata dia.
Penanganan Kasus yang Sedang Berlangsung
Farhan menyatakan bahwa ia belum dapat memberikan komentar lebih lanjut mengenai dugaan keterlibatan pelajar dalam bentrok tersebut, karena proses penanganan kasus sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Ia menekankan bahwa perkembangan kasus akan diamati langsung dari pihak berwenang.
"Saya belum tahu kasusnya, jadi saya tidak bisa komentar. Perkembangan kasusnya kita tunggu dari kepolisian," ujar Farhan.
Melalui langkah patroli gabungan ini, Pemkot Bandung berharap dapat menekan berbagai bentuk gangguan keamanan, termasuk aksi geng motor dan potensi kekerasan yang melibatkan remaja di Kota Bandung. Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh warga, terutama kalangan pelajar yang menjadi fokus perhatian.
Analisis menunjukkan bahwa kombinasi langkah preventif dan represif ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi kelompok yang terlibat dalam aktivitas geng motor, serta mengurangi akar permasalahan yang menyebabkan bentrok antar pelajar di kawasan Kota Bandung.