Wali Kota Bandung Farhan Bicara Perbaikan GBLA Jelang Persib di AFC
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan membahas perlunya perbaikan Stadion GBLA untuk standar AFC jelang Persib berlaga, serta harapan agar tim juara demi branding kota dan peningkatan pariwisata daerah.

Pada Kamis (28/5/2026), Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memberikan pernyataan terkait persiapan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) jelang kandang pertama Persib Bandung dalam ajang AFC. Persib sendiri baru saja meraih juara BRI Super League musim 2025/26, yang membuat mereka berhak mewakili Indonesia dalam kompetisi sepak bola tingkat Asia.
Tantangan Perbaikan Fasilitas GBLA
Farhan mengakui bahwa peningkatan standar fasilitas GBLA bukanlah perkara mudah. Menurutnya, laga AFC akan menjadi perhatian pecinta sepak bola di seluruh Asia bahkan dunia, sehingga stadion harus memenuhi standar internasional atau standar AFC yang ditetapkan.
"Nah ini agak berat saya lihat ya, karena gini, kalau kita di AFC kan berarti mereka akan bermain kandang, di Kota Bandung. Artinya peluang untuk kita bersama-sama belajar meningkatkan kualitas GBLA untuk fasilitas standar internasional atau standar AFC," ujar Farhan.
Meskipun sebelumnya Persib sudah menggunakan GBLA sebagai kandang dalam laga AFC, Farhan menyatakan optimisme bahwa tim bisa tampil lebih maksimal musim ini dengan fasilitas yang lebih baik. Ia juga menyebut pengalaman merenovasi Stadion Jalak Harupat untuk memenuhi standar AFC sebagai referensi dalam upaya perbaikan GBLA kali ini.
Harapan Juara untuk Branding Kota dan Ekonomi
Lebih lanjut, Farhan menegaskan pentingnya Persib meraih juara dalam ajang AFC musim ini. Menurutnya, keberhasilan tim ini akan memberikan dampak besar pada branding Kota Bandung di kancah internasional.
"Nah kemudian kenapa penting kita menang dan berjaya di liga Asia, juga untuk ekspos internasional. Kalau ekspos internasionalnya bagus, maka bisa jadi modal kita untuk membangun city branding," tuturnya.
Branding kota yang kuat, kata Farhan, akan menarik lebih banyak wisatawan serta investasi ke Bandung, yang pada gilirannya akan menggerakkan ekonomi pariwisata daerah.
Pengaktifan Bandara Husein Sastranegara sebagai Dukungan Tambahan
Farhan juga menyoroti langkah pemerintah pusat yang akan mengaktifkan kembali Bandara Husein Sastranegara, setelah sebelumnya operasi penerbangan dipindahkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Menurutnya, pengaktifan bandara ini akan menjadi tambahan nilai bagi upaya promosi Kota Bandung.
"Kalau city branding-nya berhasil, apalagi Bandara Husein jadi diaktifkan lagi. Wah, bismillah, paket komplit eta mah (itu mah)," kata dia.
Dengan kombinasi perbaikan fasilitas stadion, keberhasilan Persib dalam ajang AFC, dan pengaktifan kembali Bandara Husein Sastranegara, Farhan optimis bahwa Kota Bandung akan mendapatkan ekspos internasional yang signifikan.
Upaya perbaikan GBLA saat ini menjadi fokus bersama antara pemerintah kota, Persib Bandung, dan semua pemangku kepentingan sepak bola di Bandung. Dengan target memenuhi standar AFC, laga kandang Persib di GBLA diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertandingan berkualitas, tetapi juga momentum untuk meningkatkan infrastruktur olahraga kota yang berkelanjutan.