Wakil Ketua DPR Dorong Koordinasi Lintas Wilayah Atasi Banjir Bandung Raya
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mendorong koordinasi lintas wilayah untuk menangani banjir di Bandung Raya, menekankan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Banjir yang melanda belasan kecamatan di Kabupaten Bandung dan sekitarnya dalam sepekan terakhir memicu perhatian tinggi dari pemerintah pusat. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal langsung melakukan kunjungan ke Bandung untuk menilai langsung situasi dan memberikan arahan penanganan. Dalam kesempatan tersebut, Cucun menekankan bahwa penanganan bencana banjir di kawasan Bandung Raya tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan koordinasi lintas wilayah yang terintegrasi.
Latar Belakang Banjir di Bandung Raya
Kawasan Bandung Raya, yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang, memiliki karakteristik geografis unik. Kabupaten Bandung terletak di cekungan sungai dan menjadi hilir dari sejumlah aliran air yang berasal dari daerah hulu di sekitarnya. Kondisi ini membuat banjir yang terjadi di satu wilayah dapat dengan mudah menyebar ke wilayah lain, sehingga penanganan yang terpisah akan kurang efektif. Menurut data lapangan, banjir recent ini mempengaruhi lebih dari 10 kecamatan di Kabupaten Bandung, dengan ribuan warga harus evakuasi ke tempat pengungsian sementara.
Panggilan Koordinasi Lintas Wilayah
Dalam pernyataan resmi selama kunjungannya, Cucun menegaskan bahwa penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu pemerintah daerah saja. "Semua harus duduk bersama untuk menyatukan langkah, karena ini lintas wilayah antara Sumedang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung, sehingga tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri," ujarnya. Ia menambahkan bahwa peran pemerintah provinsi Jawa Barat sangat penting sebagai pemimpin lintas wilayah, karena hanya tingkat provinsi yang memiliki wewenang untuk mengkoordinasikan beberapa kabupaten/kota dalam satu kawasan.
"Karena ini lintas kabupaten, tidak bisa Bupati Bandung berjalan sendiri. Harus ada pemimpin di tingkat provinsi. Penanganan harus bersifat repetitif dan kolaboratif. Kalau terjadi bencana seperti ini, bukan saatnya saling menyalahkan, tetapi semua pihak harus bekerja bersama,"
Cucun juga menekankan bahwa saat ini bukan waktu untuk saling menuding, melainkan fokus untuk bekerja sama dan meminimalkan kerugian bagi warga yang terkena dampak banjir.
Peran Berbagai Pemangku Kepentingan
Selain koordinasi lintas wilayah, Cucun juga menekankan pentingnya peran berbagai lembaga terkait dalam penanganan banjir ini. Ia telah menginstruksikan semua stakeholder, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten, BPBD Provinsi Jawa Barat, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk terus bergerak di lapangan dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Selain itu, Cucun menekankan peran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum yang berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Lembaga ini memiliki kewenangan teknis dalam pengelolaan sungai dan pengendalian banjir di kawasan Citarum, yang merupakan sungai terbesar di Jawa Barat dan meliputi banyak wilayah di Bandung Raya.
Ia juga menegaskan pentingnya peran Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (Kementerian ATR/BPN) dalam memastikan penataan ruang lintas wilayah terpadu. Penataan ruang yang tidak terkoordinasi seringkali menjadi salah satu faktor penyebab banjir, karena perubahan fungsi lahan di daerah hulu, seperti pembukaan lahan pertanian atau perumahan, dapat meningkatkan risiko erosi dan genangan air di daerah hilir.
Analisis: Mengapa Koordinasi Lintas Wilayah Sangat Penting?
Banjir di Bandung Raya adalah contoh yang jelas mengapa koordinasi lintas wilayah diperlukan. Kawasan ini berada dalam cekungan sungai yang luas, sehingga masalah banjir di satu wilayah tidak terisolasi. Misalnya, curah hujan tinggi di daerah hulu Sumedang dapat menyebabkan aliran air yang deras ke Kabupaten Bandung, yang sudah tergenang air akibat hujan lokal. Jika penanganan dilakukan secara terpisah, daerah hilir akan kesulitan mengatasi genangan air yang datang dari daerah hulu, sehingga situasi akan memburuk lebih cepat.
Selain itu, kurangnya koordinasi antar wilayah seringkali menyebabkan keterlambatan dalam pengiriman bantuan dan evakuasi. Misalnya, peralatan evakuasi yang tersedia di Kota Bandung tidak dapat digunakan dengan optimal untuk wilayah Kabupaten Bandung jika tidak ada koordinasi yang baik antara kedua pemerintah daerah.
Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa banjir besar di Jawa Barat juga menunjukkan bahwa penanganan yang terpisah antar wilayah tidak efektif. Oleh karena itu, arahan dari Wakil Ketua DPR ini dianggap sangat tepat waktu untuk mengatasi masalah akar penyebab banjir di kawasan Bandung Raya dan mencegah terjadinya kerugian yang lebih besar di masa depan.
Langkah Selanjutnya yang Perlu Dilakukan
Untuk memastikan koordinasi lintas wilayah berjalan dengan baik, beberapa langkah perlu segera diambil:
- Pembentukan tim gabungan yang terdiri dari perwakilan dari ketiga wilayah (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Sumedang) serta pemerintah provinsi Jawa Barat
- Rutin rapat koordinasi untuk memantau situasi banjir dan menyesuaikan strategi penanganan sesuai perkembangan
- Peningkatan pemeliharaan infrastruktur sungai dan saluran air di daerah hulu untuk mengurangi risiko genangan air
- Sosialisasi kepada warga tentang langkah-langkah evakuasi dan persiapan menghadapi bencana banjir
Cucun juga menegaskan bahwa semua pihak harus siap untuk bertindak dengan cepat jika situasi memburuk, dan tidak boleh menunda-nunda penanganan bencana.
Situasi banjir di Bandung Raya masih menjadi perhatian utama bagi pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya arahan dari Wakil Ketua DPR tentang pentingnya koordinasi lintas wilayah, diharapkan penanganan banjir dapat dilakukan lebih efektif dan terintegrasi, sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan. Semua pemangku kepentingan diharapkan dapat bekerja sama untuk menangani bencana ini dan mencegah terjadinya banjir serupa di masa depan.