Wabup Bandung: Deteksi Dini TBC Kunci Tangani Peningkatan Kasus
Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengajak masyarakat deteksi dini TBC di tengah peningkatan kasus di Kabupaten Bandung, dengan menekankan pentingnya pemeriksaan dini dan pengobatan teratur untuk mencegah penularan.

Wakil Bupati (Wabup) Bandung Jawa Barat, Ali Syakieb, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular Tuberkulosis (TBC) dan melakukan deteksi dini guna mencegah penularan yang lebih luas. Langkah ini diambil di tengah tren peningkatan kasus TBC yang terus mencatat kenaikan setiap tahun di wilayah tersebut.
Data Kasus TBC yang Meningkat di Kabupaten Bandung
Sejak beberapa tahun terakhir, temuan kasus TBC di Kabupaten Bandung menunjukkan tren yang mengkhawatirkan:
- Tahun 2023: Tercatat 12.618 kasus TBC
- Tahun 2024: Kenaikan signifikan menjadi 14.074 kasus TBC dibanding tahun sebelumnya
- Tahun 2025: Masuk kategori kenaikan lagi dengan temuan mencapai 15.450 kasus TBC
Menurut Ali Syakieb, data ini menegaskan bahwa upaya penanggulangan TBC di wilayahnya perlu diperkuat dengan langkah-langkah yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan.
Pesan Wabup kepada Masyarakat
Dalam keterangannya, Ali Syakieb menyoroti bahwa sebagian besar masyarakat tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi TBC, karena gejalanya sering dianggap sebagai batuk biasa atau batuk berdahak.
"Banyak masyarakat yang tidak sadar kalau dirinya sudah memiliki gejala TBC, karena merasa sehat-sehat saja. Kalau pun batuk, hanya dianggap batuk biasa atau batuk berdahak," ujarnya.
Ia mengimbau setiap masyarakat yang mengalami batuk berkepanjangan selama satu hingga dua minggu untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti puskesmas, rumah sakit, atau dokter. Ali Syakieb juga menekankan bahwa masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan sepenuhnya jika ditangani sejak dini dan pasien menjalani pengobatan secara teratur.
"Tidak perlu takut untuk mengeceknya, karena TBC ini sudah ada obatnya. Daripada dibiarkan, kasihan bagi orang-orang di sekitarnya dan keluarga, apalagi jika memiliki anak balita," tambahnya.
Upaya Penanggulangan TBC Secara Nasional
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah menargetkan penanggulangan TBC dapat tuntas pada tahun 2030. Target ini dicapai melalui percepatan pemeriksaan dan pengobatan bagi masyarakat yang terinfeksi TBC. Menurut Ali Syakieb, pasien yang terdiagnosis TBC harus menjalani pengobatan secara teratur hingga tuntas untuk memastikan sembuh sepenuhnya dan mencegah penularan TBC kepada orang lain.
Tips Masyarakat untuk Pencegahan dan Penanganan TBC
Untuk membantu masyarakat dalam mencegah dan menangani TBC, Ali Syakieb memberikan beberapa tips praktis:
- Segera periksakan ke fasilitas kesehatan jika mengalami batuk lebih dari 1-2 minggu
- Jangan ragu untuk melakukan pemeriksaan, karena TBC dapat disembuhkan jika ditangani dini
- Patuhi seluruh jadwal pengobatan TBC yang ditentukan oleh tenaga kesehatan
- Hindari kontak dekat dengan orang yang terinfeksi TBC jika memungkinkan
- Jaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah penularan penyakit
Dengan meningkatnya kasus TBC di Kabupaten Bandung, peran aktif masyarakat menjadi sangat penting dalam upaya penanggulangan penyakit ini. Melalui deteksi dini, pengobatan teratur, dan peningkatan kesadaran, diharapkan penularan TBC dapat ditekan dan target penanggulangan TBC nasional dapat tercapai.