UPI Berhaji: Membangun Karakter Akademik Melalui Investasi Spiritual di Jawa Barat
Jabar hadapi kuota haji terbatas 29.643 hingga 2028. UPI推出UPI Berhaji, program pembangunan karakter melalui investasi spiritual yang diapresiasi Kanwil Haji dan Umrah.

Kuota Haji Jawa Barat Terbatas hingga 2028
Provinsi Jawa Barat menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan ibadah haji. Hingga 2028 mendatang, kuota haji untuk wilayah ini ditetapkan sebanyak 29.643 jemaah. Kondisi ini terjadi meskipun Jawa Barat tetap menjadi provinsi dengan populasi muslim terbesar di Indonesia.
Dibandingkan dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah, jumlah pendaftar haji dari Jawa Barat masih berada di bawah keduanya. Situasi ini mendorong berbagai pihak untuk mencari strategi baru dalam memperluas literasi haji, khususnya di kalangan generasi muda dan sivitas akademika.
Program UPI Berhaji: Inovasi di Tengah Keterbatasan Kuota
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengambil langkah strategis dengan menghadirkan program UPI Berhaji.Program ini bukan sekadar sosialisasi ibadah haji, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang tidak bisa diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas semata.
Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi, menjelaskan bahwa ibadah haji memiliki nilai substansial dalam pengembangan karakter individu. "Kalau dosen memiliki karakter yang baik, tentu akan lebih mencintai mahasiswa dan memberikan pendidikan sepenuhnya dengan tulus dan kasih sayang," katanya.
Kolaborasi Pemerintah dan Kampus untuk Haji Inklusif
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif UPI ini. Kepala Kanwil, Boy Hari Novian, menyatakan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi strategi penting untuk memperluas literasi haji di masyarakat.
"Kami mengapresiasi gerakan UPI Berhaji, apalagi program ini dilakukan di tengah penurunan kuota haji Provinsi Jawa Barat," tegas Boy.
Lebih dari sekadar menambah pendaftar, program ini bertujuan menjadikan kampus sebagai ruang pembentukan kesadaran bahwa ibadah haji merupakan investasi spiritual yang berdampak langsung pada pembentukan karakter dan integritas sivitas akademika.
Visi Haji Inklusif 2027: Memperhatikan Lansia dan Penyandang Disabilitas
Pemerint ah telah menyiapkan penyelenggaraan Haji Inklusif pada 2027 sebagai langkah peningkatan layanan. Program ini akan memperkuat layanan khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas.
"Nanti ada pendamping di Tanah Suci. Dari tanah air pun sudah ada bimbingan manasik khusus, kemudian di sana juga ada pendamping khusus. Ini bekerja sama dengan Komite Disabilitas," terang Boy.
Haji sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter
Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga melalui pengalaman hidup yang membentuk sikap dan budi pekerti. Program UPI Berhaji merupakan perwujudan nyata dari pendidikan karakter yang tidak bisa dicapai melalui kurikulum konvensional.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan, pengembangan karakter, sikap, dan budi pekerti melalui bagaimana mendorong sivitas akademika bisa berhaji," jelas Didi.
Ke depan, UPI berharap semakin banyak dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika yang mulai merencanakan keberangkatan haji. Nanti dalam praktiknya, mereka akan dibantu dan didorong supaya cita-citanya berhasil.
Implikasi dan Harapan ke Depan
Kolaborasi antara Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat dan UPI menunjukkan bahwa upaya peningkatan kualitas haji bukan hanya tentang memperbanyak pendaftar, tetapi juga tentang meningkatkan kualitas spiritual dan karakter jemaah itu sendiri.
Dengan program seperti UPI Berhaji dan Haji Inklusif 2027, diharapkan ibadah haji dapat menjadi bagian integral dari pembangunan karakter di lingkungan akademis, sekaligus mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang semakin inklusif dan bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.