Update Terbaru: Satgas PRR Pemulihan Kesehatan di 3 Provinsi Sumatera Terdampak Bencana
Satgas PRR Sumatera melaporkan progres pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana, dengan 87 rumah sakit dan 867 puskesmas kembali beroperasi, sementara 21 pustu masih dalam tahap pemulihan di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera telah merilis data perkembangan terkini pemulihan fasilitas kesehatan masyarakat di tiga provinsi terdampak bencana: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Data ini diperbarui per 4 Maret 2025, menunjukkan progres signifikan dalam menghidupkan kembali layanan kesehatan bagi penyintas bencana yang terkena dampak banjir dan peristiwa alam lainnya.
Fasilitas Kesehatan Utama yang Kembali Beroperasi
Sebagian besar fasilitas kesehatan tingkat atas telah sepenuhnya pulih. Sebanyak 87 rumah sakit pemerintah yang terdampak bencana di ketiga provinsi sudah kembali beroperasi tanpa hambatan. Sementara itu, 867 puskesmas yang terdampak juga telah menjalankan layanan kesehatan dengan normal seperti sebelum bencana.
Namun, perhatian khusus masih diberikan pada Puskesmas Pembantu (Pustu), fasilitas kesehatan tingkat pertama yang sangat penting untuk layanan dasar di daerah pedesaan. Dari total 2.522 pustu yang terdampak bencana, 176 di antaranya sempat berhenti beroperasi per 1 Desember 2025. Saat ini, hanya 21 pustu yang masih belum beroperasi, yang saat ini berada di tahap pembersihan, renovasi, atau pembangunan baru untuk mengembalikan fungsinya.
Lokasi Pustu yang Masih Dalam Tahap Pemulihan
Sebagian besar pustu yang masih perlu dipulihkan tersebar di wilayah Aceh Timur, dengan detail sebagai berikut:
- Pustu Blang Seunong, Pante Bidari
- Pustu Alue le Mirah, Pante Bidari
- Pustu Jambo Balee, Indra Makmur
- Pustu Jambo Leubok, Indra Makmur
- Pustu Seunuebok Bayu, Indra Makmur
- Pustu Bandar Baro, Indra Makmur
- Pustu Alue Tuwi, Rantau Selamat
- Pustu Blang Nie, Simpang Ulim
- Pustu DK 1 Peunaron Baru, Peunaron
- Pustu Tanjung Minjei, Madat
- Pustu Tanjung Tok Blang, Aceh Timur
- Pustu Paya Meuligoe, Peureulak
Selain Aceh, Sumatera Utara juga memiliki 9 pustu yang masih perlu dipulihkan, di antaranya:
- Pustu Hutabarangan, Sibolga Utara, Kota Sibolga
- Pustu Huta Godang, Batang Toru, Tapanuli Selatan
- Pustu Po Simargarap, Pasaribu Tobing, Tapanuli Tengah
- Pustu Sibuluan Nalambok, Sarudik, Tapanuli Tengah
- Pustu Sibio Bio, Sibabangun, Tapanuli Tengah
- Pustu Sigiring-giring, Tukka, Tapanuli Tengah
- Pustu Hutanabolon, Tukka, Tapanuli Tengah
- Pustu Huraba, Tukka, Tapanuli Tengah
- Pustu Sipange, Tukka, Tapanuli Tengah
Sementara itu, di Sumatera Barat, semua 709 pustu terdampak bencana telah kembali beroperasi, meskipun sebelumnya 49 pustu sempat berhenti beroperasi per 1 Desember 2025.
Pernyataan Ketua Satgas PRR
Kesuksesan pemulihan ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak non-pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, selama rapat koordinasi percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di Ruang Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, pada Senin (26/1).
"Saya mengucapkan terima kasih banyak atas nama Satgas dan juga atas nama Dewan Pengarah karena kerja keras Bapak-Ibu sekalian, kementerian (dan) lembaga, kemudian juga pemerintah daerah, provinsi, kabupaten, kota, serta semua non-pemerintah yang hadir juga di sana," ujar Tito.
Tempo hari, Tito menegaskan bahwa upaya pemulihan fasilitas kesehatan akan terus dilanjutkan hingga semua pustu yang masih dalam tahap pemulihan dapat beroperasi kembali, guna memastikan akses layanan kesehatan yang memadai bagi semua penyintas bencana di Sumatera.
Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO