Pintuberita.com — Portal Berita Bandung Raya & Jawa Barat

Upaya Dukungan RSUD Wonosobo untuk Pasien BPJS PBI Non-Aktif

Jabar · Oleh Salsa Maharani · · Diperbarui 2 Maret 2026

Kabupaten Wonosobo dan RSUD Setjonegoro menyiapkan beragam opsi dukungan untuk membantu pasien BPJS PBI non-aktif, guna memastikan akses kesehatan tak terganggu.

Upaya Dukungan RSUD Wonosobo untuk Pasien BPJS PBI Non-Aktif

Upaya menangani masalah penonaktifan massal peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, telah memasuki tahap konkret dengan langkah-langkah yang diambil oleh fasilitas kesehatan dan pemerintah daerah. Salah satu langkah kunci adalah penyiapan berbagai opsi dukungan oleh RSUD Setjonegoro untuk membantu pasien yang terkena dampak.

Latar Belakang Masalah Peserta BPJS PBI Non-Aktif

Sekitar 55 ribu peserta BPJS PBI Kesehatan di Kabupaten Wonosobo tiba-tiba berstatus non-aktif dari total lebih dari 400 ribu peserta terdaftar. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran luas, terutama bagi pasien yang membutuhkan terapi rutin seperti cuci darah, talasemia, atau pengobatan penyakit kronis lainnya yang bergantung pada iuran bantuan untuk mengakses layanan kesehatan.

Kebijakan Khusus RSUD Setjonegoro

Menanggapi situasi ini, Direktur RSUD Setjonegoro dr. Danang Sananto Sasongko mengungkapkan bahwa rumah sakit telah mengambil langkah tegas untuk memastikan pelayanan kesehatan tidak terganggu bagi pasien yang terkena dampak penonaktifan kepesertaan. RSUD Setjonegoro tetap memberikan pelayanan kesehatan penuh bagi pasien BPJS PBI non-aktif, dengan fokus utama pada pasien penyakit kronis dan kasus berbiaya tinggi yang memerlukan penanganan segera.

"Kebijakan tersebut diambil demi menjamin keselamatan pasien. Sebab, penanganan medis tidak boleh tertunda hanya karena persoalan administrasi, sehingga pasien tetap diterima dan dilayani terlebih dahulu, sementara urusan administrasi diselesaikan kemudian," kata Danang dalam wawancara dengan wartawan pada Selasa (24/2).

Sebagai langkah sementara, rumah sakit menerapkan kebijakan diskresi yang memungkinkan penerimaan pasien darurat dan pasien yang membutuhkan perawatan berkelanjutan, tanpa memandang status kepesertaan BPJS mereka saat ini.

Opsi Dukungan Alternatif

Untuk mengatasi kendala pembiayaan yang dihadapi pasien non-aktif, RSUD Setjonegoro telah menyiapkan sejumlah opsi dukungan alternatif:

Koordinasi Lintas Sektor

Selain langkah-langkah internal, pihak rumah sakit juga telah menginisiasi koordinasi lintas sektor bersama Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan Bupati Wonosobo. Tujuan dari koordinasi ini adalah untuk mencari solusi cepat dan menyeluruh yang dapat mengatasi masalah penonaktifan kepesertaan PBI BPJS, agar persoalan tidak berlarut-larut dan mempengaruhi akses kesehatan masyarakat.

Upaya ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan untuk menjamin akses kesehatan yang berkelanjutan bagi seluruh masyarakat, terutama yang paling rentan terhadap gangguan administrasi kepesertaan.