Trauma Konvoi Bandung, Pesta Persib di Sumedang Tanpa Pemain
Manajer Persib Umuh Muchtar menggelar pesta kemenangan di Sumedang tanpa pemain utama akibat trauma dari insiden konvoi di Bandung. Acara dihadiri ribuan penggemar dengan hiburan dan penyebaran ikan.

Acara pesta kemenangan Persib Bandung, juara Super League 2025/2026, di Sumedang menarik perhatian setelah dipastikan tidak dihadiri oleh sebagian besar pemain tim, termasuk pemain asing. Acara tahunan ini dihadiri ribuan penggemar setia Maung Bandung (alias Bobotoh) sejak pagi hari, dengan jalan raya Sumedang menuju kawasan Ciluluh tempat tinggal manajer Umuh Muchtar terlihat padat pengunjung.
Alasan Ketidakhadiran Pemain
Manajer Persib Umuh Muchtar mengungkapkan bahwa ketidakhadiran pemain disebabkan oleh trauma yang dialami tim selama konvoi kemenangan di Bandung beberapa hari sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa rencana awal adalah pemain langsung melanjutkan perjalanan ke Sumedang setelah makan siang, namun kondisi keamanan membuat mereka ragu untuk datang.
"Tidak sesuai dengan rencana karena pemain tadinya habis makan mau langsung ke sini (Ciluluh), tapi pemain trauma dengan kejadian di Bandung ada yang hilang HP, ada yang kena cakar dari Bobotoh sampai berdarah," kata Umuh, Senin (25/5/2025).
Ia menambahkan bahwa meskipun pemain tidak hadir, tim tetap ingin memberikan hiburan bagi masyarakat Sumedang yang telah memberikan dukungan penuh selama musim ini. Acara diisi dengan panggung yang dipasang di halaman rumah Umuh, ditambah penampilan sejumlah penyanyi lokal. Selain itu, tim juga menyiapkan dua ton ikan yang disebar ke masyarakat yang hadir, sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme fans.
"Hiburan kecil lah di sini. Kita lihat ada ribuan orang yang hadir di sini," paparnya.
Antusiasme Fans dan Pesan Dari Pemain Persib
Salah satu pemain Persib yang sempat hadir di acara Sumedang, Dedi Kusnandar, menyatakan bangga dengan antusiasme Bobotoh yang tidak hanya terbatas di Bandung, tetapi juga menyebar ke daerah lain seperti Sumedang. Ia mengakui bahwa dukungan masyarakat Jawa Barat menjadi motivasi utama tim untuk meraih juara berturut turut.
"Saya titip buat Bobotoh, boleh kita merayakan tapi jaga ketertiban, jaga keselamatan, karena itu yang paling penting," kata dia.
Dedi menambahkan bahwa tim sangat menghargai dukungan yang diberikan oleh seluruh pencinta Maung Bandung, dan berharap perayaan kemenangan ini dapat menjadi momen yang menyenangkan bagi semua orang.
Bonus Dari Gubernur Jawa Barat
Kabar mengenai pesta kemenangan ini juga diiringi dengan informasi bahwa Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, memberikan bonus sebesar Rp 1 miliar untuk Persib Bandung. Uang bonus ini berasal dari kantong pribadi KDM, yang saat ini sedang panen sapi dan mendapatkan keuntungan dari kegiatan tersebut.
"Untuk menyempurnakan kebahagiaan, saya akan berbagi kebahagiaan. Saya lagi panen sapi, pasti ada untungnya. Untungnya saya sumbangkan Rp 1 miliar untuk Persib Bandung. Nanti diserahkan 3 Juni di DPRD Jabar," ujarnya.
KDM juga menegaskan bahwa prestasi Persib Bandung yang menjadi juara Super League 2025/2026 merupakan hasil kerja keras seluruh pihak, mulai dari manajer, official, pelatih, para pemain, hingga Bobotoh Viking dan semua pencinta Maung Bandung. Ia menambahkan bahwa juara tiga kali berturut turut ini adalah pencapaian besar dalam sejarah sepak bola Indonesia, dan menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Jawa Barat.
"Persib Bandung sudah mewujudkan cita-cita besar dalam sepanjang sejarah sepak bola Indonesia, jadi juara tiga kali berturut turut," papar Dedi.
Acara pesta kemenangan di Sumedang ini menunjukkan dukungan besar fans terhadap Persib Bandung, meskipun ada masalah keamanan yang membuat pemain tidak bisa hadir. Meskipun begitu, masyarakat tetap menikmati hiburan dan apresiasi yang diberikan tim, sambil menunggu penyerahan bonus dari pemerintah Jawa Barat pada bulan Juni depan.